Senin, 20 April 2026

Berita Kendal

11 Pejabat Kabupaten Kendal Reaktif Rapid Test Virus Corona

Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kendal melakukan rapid test serentak terhadap para pejabat Pemerintah Kabupaten Kendal.

Penulis: Saiful Masum | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Rapid test dilakukan di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2020). Dari 41 sampel acak, tiga dinyatakan reaktif. 

"Sebab mereka OPD pelayanan masyarakat sehingga harus dipastikan kondisinya sehat. Selain itu pelaksanaan rapid test ini atas interuksi bupati sebelum memulai kegiatan kembali pasca lebaran," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa berharap seluruh pimpinan OPD agar menjadi agen pelopor dalam mengatasi penyebaran covid-19.

Ia meminta untuk dilakukan pengawasan ketat lantaran masih banyaknya warga Kendal yang belum mengindahkan protokol kesehatan seperti contoh masih banyak warga yang tidak menggunakan masker.

“Saya harap seluruh pimpinan dapat mengawasi setiap kegiatannya terutama yang berhubungan dengan keterlibatan orang banyak, pengawasan juga harus selalu diperhatikan terutama para camat kepada warganya,” tegas Mirna. (Sam)

Warga Kendal Batasi Akses Masuk Desa/Kelurahan

Guna mencegah penyebaran virus corona di wilayah Kendal, sejumlah gang masuk kelurahan atau desa mulai diportal.

Pihak desa mengambil inisiatif untuk membuka satu jalur untuk keluar masuk dan menutup jalur alternatif lain.

Tidak hanya itu, satu jalur yang dibuka pun dijaga oleh warga secara bergantian dengan metode 2 atau 3 shift.

Mereka bertugas menanyakan maksud dan tujuan seseorang yang hendak memasuki wilayahnya serta mengecek barang bawaan.

Rata-rata penutupan dilakukan antara 7-10 hari sejak hari raya idul fitri lalu.

Waktu tersebut bergantung situasi dan kondisi pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Kendal.

Kepala Desa Brangsong, Mohammad Asnawi mengatakan, pihaknya melakukan pembatasan akses masuk ke desanya guna mengontrol pengunjung yang keluar masuk.

Hal tersebut untuk mengantisipasi warga luar desa atau pemudik yang masuk tanpa lapor pihak RT maupun RW setempat.

Sehingga menjadikan warga lain was-was di tengah pandemi covid-19.

"Kita buka 3 akses selain itu lebih dari 10 akses jalan termasuk yang kecil kita tutup dalam 7 hari ke depan."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved