Rabu, 29 April 2026

Berita Sepak Bola

Presiden Lyon Sebut Ide Bodoh Saat Pembatalan Sisa Liga Prancis Musim Ini

Kekesalan Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas masih terlihat hingga saat ini. Terlebih Liga Prancis dibatalkan musim ini.

Tayang:
Editor: deni setiawan
TWITTER.COM/LEQUIPE
Presiden Olympique Lyon, Jean-Michel Aulas. 

TRIBUNBANYUMAS, PRANCIS - Kekesalan Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas masih terlihat hingga saat ini.

Sebagai luapan kekesalan itu, dia beberapa kali mengkritik keputusan pemerintah atas penghentian sementara atau bahkan pembatalan di sisa laga Liga Prancis musim 2019-2020.

Sisa perjalanan Ligue 1 alias divisi utama Liga Prancis 2019-2020 telah dibatalkan pada bulan lalu karena pandemi Covid-19.

Unggahan Foto Ever Banega Bikin Geram Publik, Empat Pemain Sevilla Ini Berpesta Saat Lockdown

Keputusan Kontroversial Bintang UFC Mike Perry, Demi Kekasih Semua Pelatih Dipecat!

Update Liga Jerman: Ciptakan Hattrick Bersama RB Leipzig, Timo Werner Dekati Robert Lewandowski

Liga Inggris Kembali Digelar Akhir Juni, Paul Pogba Sudah Siap Dimainkan Manchester United

Hal tersebut membuat Liga Prancis menjadi satu-satunya dari lima liga top Eropa yang membatalkan musim.

Sementara Bundesliga telah kembali pada 16 Mei 2020 dan Liga Spanyol juga berpotensi kembali bergulir per 8 Juni 2020.

Adapun dua liga elite Eropa lainnya, Liga Inggris dan Liga Italia, masih berusaha untuk melanjutkan kompetisi musim ini.

Keputusan Liga Prancis membatalkan sisa musim ini menimbulkan banyak pro dan kontra.

Beberapa mendukung keputusan tersebut.

Namun sebagian lainnya menolak seperti yang dilakukan oleh Presiden Olympique Lyon, Jean-Michel Aulas.

Aulas merasa Liga Prancis terlalu tergesa-gesa saat mengambil keputusan membatalkan kompetisi.

Lebih lanjut, Aulas menilai tindakan Liga Prancis itu sebagai langkah yang bodoh.

"Pada kenyataannya, apa yang mereka katakan pada pertemuan dengan UEFA adalah soal kesabaran," ujar Aulas seperti dilansir dari BolaSport.com, Senin (25/5/2020).

"Ketika pemimpin kami hadir di sana, mereka menarik kesimpulan yang berbeda."

"Saya merasa bahwa tindakan itu benar-benar terlalu bodoh."

"Maafkan saya untuk istilah itu," kata Aulas.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved