Berita Jawa Tengah
Ditemukan Tetelan Daging Sapi Campur Babi di Pasar Bringin Semarang, Pedagang Kulakan di Boyolali
Tetelan daging sapi bercampur babi dijual oleh seorang pedagang pasar pagi di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tetelan daging sapi bercampur babi dijual oleh seorang pedagang pasar pagi di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.
Si pedagang daging sapi bercampur babi itu pun dilarang lagi berjualan di pasar tersebut.
Koordinator Pasar Bringin, Khabib Zaenal mengatakan, hal itu terungkap setelah dua kali dilakukan pork tes (tes daging babi) terhadap daging yang dijual pedagang tersebut.
Dari dua kali tes, dua kali terbukti tetelan daging sapi yang dijual ternyata mengandung babi.
• Maling Bobol Minimarket di Kendal, Masuk Lewat Atap Gudang, Tak Sadar Terekam Kamera CCTV
• Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya
• Ketua RT Bacakan Surat Undur Diri, Disaksikan Relawan di Cilacap, Merasa Tak Layak Lagi Dapat PKH
• Babak Baru Kasus Covid-19 di Banyumas, Achmad Husein: Sudah Masuk Tahap Transmisi Lokal
"Yang bersangkutan bernama Ngatmi, warga Ampel Kabupaten Boyolali."
"Awalnya pada Kamis (14/5/2020) dia berjualan di pasar pagi Bringin."
"Tetapi harga daging sapi yang dia jual Rp 80 ribu per kilogram," papar Zaenal di kantor Diskumperindag Kabupaten Semarang, Senin (18/5/2020).
Menurut Zaenal, tes pertama dilakukan oleh warga setempat.
Ia membeli daging sapi di pedagang tersebut, Jumat (15/5/2020).
"Seorang warga membeli daging itu."
"Yang bersangkutan punya teman dari Dinas Peternakan."
"Nah dicek ternyata tetelannya mengandung babi."
"Sementara untuk dagingnya tidak," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (18/5/2020).
Warga itu pun, menurut Zaenal, langsung melaporkan kejadian itu kepada dirinya, dan diteruskan ke Diskumperindag Kabupaten Semarang.
"Lalu Sabtu (16/5/2020) dicek lagi oleh tim Diskumperindag, ternyata benar tetelannya ditemukan campuran babi," papar dia.