Berita Cilacap
Mesin Pengangkut Batubara Terbakar, PT SBI Cilacap: Operasional Dihentikan Sementara
Terbakar, operasional pabrik semen milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dihentikan sementara waktu.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Terbakar, operasional pabrik semen milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dihentikan sementara waktu.
Gangguan operasional pada pabrik tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2020) sekira pukul 13.00.
Gangguan itu disebabkan bagian alat pengangkut batubara terbakar.
Sehingga aktivitas di pabrik itu berhenti sementara waktu untuk dilakukan perbaikan.
• Grup Medsos Antar Profesi Paling Rentan Disusupi Informasi Hoaks, Pakar IT: Juga Cepat Tersebar
• Tagihan Air PDAM Warga Salatiga Terdampak Virus Corona Dibebaskan Tiga Bulan
• Satu Lagi, PDP Terkonfirmasi Positif Corona di Banyumas, Riwayat Pernah Jenguk Pasien Asal Cilacap
• Pesan Mendikbud: Pelajar Bisa Belajar di Rumah Melalui TVRI, Selama Tiga Bulan Mulai 19 April
Corporate Communication PT SBI Cilacap, Deni Nuryandain mengatakan, di pabrik itu batubara memang digunakan untuk bahan bakar pembuatan semen.
Di sisi lain benda ini juga mudah terbakar.
"Saat ini kami masih menyelidiki atau investigasi penyebab kebakaran ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (10/4/2020).
Kebakaran ini tidak menyebabkan korban jiwa.
Petugas pemadam kebakaran dengan sigap mampu memadamkan api secara cepat.
"Kami akan secepatnya mengevaluasi kejadian ini, sehingga tidak terulang di kemudian hari."
"Kami juga mohon maaf apabila telah menggangu kenyamanan masyarakat sekitar pabrik," ujar Deni melalui Tribunbanyumas.com, Jumat (10/4/2020). (Muhammad Yunan Setiawan)
• Cuti Bersama Hari Raya Idulfitri Digeser Akhir Tahun
• Dinkes Cilacap: Tiga Pasien Positif Corona Masuk Klaster Lembang Bandung, Bukan Perantauan
• Nuria Kurniasih Meninggal, Perawat RSUP Kariadi Semarang, PPNI: Saat Jalankan Tugas Kemanusiaan
• Cegah Virus Corona di Ponpes Alif Baa Banjarnegara, Begini Perlakuan Gus Khayat Terhadap Santrinya