Berita Kebumen
Polres Kebumen Pakai APD saat Tangani Kecelakaan, Kendaraan Korban Disemprot Disinfektan
Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dianggap sebagai satu di antara untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dianggap sebagai satu di antara untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19.
Banyak instansi atau perusahaan yang sudah menerapkannya.
Bagi sebagian orang, bekerja di rumah dianggap berkah.
Bagaimana tidak, pekerjaan yang biasanya harus dikerjakan di kantor, bisa dibawa pulang sambil ditemani keluarga.
Bekerja dengan model demikian tentu sangat mengasyikkan.
• Di Tengah Pandemi Corona Harga Emas Meroket Mendekati Rp 1 Juta Per Gram
• Libur Karena Corona, Pria Ini Bersepeda Keliling Jogja Sosialisasikan Hidup Sehat Lawan Covid-19
• Tidak Dibelikan Sepeda Motor, Seorang Anak Bakar Rumah Orangtua
• Jangan Salah Fokus! Begini Penampilan Selena Gomez Saat Keluar Tanpa Make Up
Tetapi tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan di rumah ternyata.
Alhasil, banyak masyarakat yang masih bekerja di lapangan karena tuntutan.
Risiko penularan virus Corona pun terus mengintai hingga harus pandai jaga diri.
Institusi Polri termasuk yang tak mengenal istilah WFH di pandemi Virus Corona Covid-19.
Institusi itu bahkan menjadi salah satu institusi garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19.
Meski di tengah pandemi Corona, tugas kepolisan tetap berjalan seperti biasa, termasuk dalam penanganan kasus kecelakaan lalulintas.
Tetapi ada Standard Operating Procedure (SOP) khusus selama pandemi Virus Corona dalam penanganan kasus kecelakaan lalulintas.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meengatakan, anggota saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas, saat ini wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar kepolisan.
APD itu berupa jas hujan, handscoond (sarung tangan karet), masker, dan helm berkaca.
"Di tengah pandemi Virus Corona, semua wajib waspada."