Berita Nasional
Kisah Pilu di Tasikmalaya, Jenazah Pasien Positif Corona Nginap Sehari di Mobil Ambulans
Kisah pilu warga meninggal akibat positif corona saat dikarantina di salah satu rumah sakit swasta yang sempat tertahan karena ditolak warga.
"Kebetulan pasien positif corona itu non muslim dan dikremasi."
"Setelah dikremasi kita pun berhasil menguburkan jenazah tersebut dengan petugas berpakaian APD lengkap," tambahnya.
• ODP Virus Corona Menurun di Banyumas, Ini Data Lengkap Update Senin 30 Maret
• 13 Desa di Banyumas Sudah Jalankan Local Lockdown, Berikut Daftarnya
• Update Virus Corona Cilacap 30 Maret, ODP Tambah 137 Orang, PDP Jadi 29 Pasien
• Masuk Pasar Wajib Cuci Tangan dan Gunakan Masker, Bupati Banyumas: Demi Kesehatan Bersama
Proses kremasi dan penguburan jenazah yang sempat diwarnai aksi penolakan warga sekitar karena enggan wilayahnya dilewati ambulans berisi jenazah positif virus corona.
Namun, kepolisian, TNI, dan Pemkot Tasikmalaya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat sampai akhirnya mengerti dan membolehkan prosesi kremasi serta penguburan.
"Tadi Kapolres, Dandim, dan Pak Wali Kota turun langsung berkoordinasi dengan masyarakat."
"Sampai akhirnya tengah malam tadi bisa dikremasi dan dikuburkan dini hari tadi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya seperti dilansir dari Kompas.com, dua orang warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif corona.
Pasien itu meninggal di salah satu rumah sakit saat menjalani perawatan, Minggu (29/3/2020) dini hari.
Satu diantaranya pasien berstatus positif yang meninggal itu sempat ditolak jenazahnya oleh pihak rumah kremasi.
Sampai akhirnya diyakinkan lewat protokol cegah penyebaran corona oleh Dinkes Kota Tasikmalaya.
"Ya betul, kami menerima kabar duka kembali dini hari sekira pukul 01.00."
"Satu dari lima pasien positif meninggal saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit."
"Sebelumnya, 1 status PDP corona dalam perawatan pun meninggal dunia."
"Jadi jumlah meninggal akibat corona di Kota Tasikmalaya sudah dua orang," jelas Uus Supangat, Minggu (29/3/2020).
Uus menambahkan, pihaknya membenarkan sempat adanya penolakan jenazah positif corona yang hendak dikremasi oleh rumah kremasi di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.