Berita Cilacap

Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

seorang TKW asal Cilacap di Hongkong Sri Martuti atau akrab disapa Judy mengecam tindakan anggota DPRD Blora yang merendahkan TKW.

DOKUMENTASI WARGA BLORA
Anggota DPRD Kabupaten Blora marah dan menolak diperiksa kesehatannya seusai melakukan kunjungan ke Lombok NTB. 

Sekaligus ucapan bela sungkawa atas matinya rasa simpati dan empati Bapak terhadap bencana nasional Covid-19.

Bapak yang terhormat, saya ingin mengomentari luapan emosi Bapak terhadap para petugas DKK yang mencoba melakukan prosedur pencegahan Covid-19 kepada Bapak dan rombongan.

Secara pemahaman saya yang "hanya" seorang TKW (istilah yang Bapak gunakan meski menurut UU Perburuhan telah berganti nama menjadi PMI.

Dalam hal ini mungkin Bapak kurang update, saya maklumkan), mungkin Bapak merasa "tidak layak" mendapat perlakuan seperti itu.

Karena Bapak adalah seorang Pejabat Negara setara dengan Bupati (seperti yang Bapak teriakkan) sehingga Bapak "pantas" untuk mendapatkan "perlakuan istimewa".

Begini Bapak, penanganan Covid-19 sejauh yang saya ketahui adalah SAMA.

Ciu Buatan Warga Desa Wlahar Wangon Bakal Diborong Bupati Banyumas, Dijadikan Bahan Hand Sanitizer

Kisah Kedekatan H Supono dan Sumanto di RSKJ Purbalingga, Jadi Pengawal Setia Tiap Pengajian

Baik di Indonesia maupun negara manapun yaitu TIDAK MEMANDANG STATUS, JABATAN DAN KASTA...!!! Sampai disini saya berharap Bapak sudah paham.

Yang ingin saya soroti adalah statement Bapak yang mengatakan bahwa BUKAN TKW... BUKAN TERORIS... Jujur Bapak, kalimat Bapak sangat tidak enak kami dengarkan.

Apabila Bapak merasa bahwa SOP yang dilakukan oleh DKK tidak tepat, saya rasa Bapak bisa mengatakannya dengan baik tanpa harus teriak teriak dan tanpa harus menyebut profesi kami.

Apa yang salah dengan TKW??? Begitu burukkah TKW dimata Bapak? Sehingga Bapak telah mendeskreditkan dan mendiskriminasikan TKW sedemikian rupa?

Bahkan Bapak samakan kami dengan TERORIS...!!!

Bapak yang terhormat, mungkin Bapak lupa kalau Bapak dipilih oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat bahkan digaji oleh rakyat.

Dan di antara rakyat yang memilih Bapak kemungkinan ada yang berprofesi sebagai TKW. Setega itukah Bapak kepada kami????

TKW yang mungkin dalam mindset Bapak begitu rendah, yang Bapak identikkan dengan kaum sudra, orang tak berpendidikan dan smua konotasi buruk lainnya...

Tapi Bapak lupa bahwa kami adalah PAHLAWAN DEVISA... penghasil devisa terbesar kedua setelah migas...

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved