Teror Virus Corona

Pernyataan Pemerintah Berseberangan dengan Pasien Positif Corona, Simak Beberapa Rangkumannya

Pemerintah diduga memberikan beberapa informasi yang kurang akurat terhadap pasien yang dinyatakan positif corona di Indonesia.

Editor: Rival Almanaf
(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah diduga memberikan beberapa informasi yang kurang akurat terhadap pasien yang dinyatakan positif corona di Indonesia.

Hal itu terungkap setelah kompas berhasil melakukan wawancara singkat dengan kedua pasien melalui sambungan telefon.

Dari situ beberaka pernyataan pemerintah tidak sejalan dengan pernyataan pasien secara langsung.

Sejumlah keterangan dari pejabat pemerintah pun sempat berubah-ubah.

Sejumlah pernyataan pemerintah juga belakangan dibantah dan diralat oleh pasien.

Facebook Ikut Perangi Corona, Begini Caranya Menurut CEO Mark Zuckerberg

Mayat Perempuan Tergeletak di Dekat Hotel Bintang 4. Tanpa Atasan, Ditutupi Plastik dan Sprei Hijau

Wali Kota Semarang: Penolakan Bersandarnya Kapal Pesiar Demi Keselamatan Warga Dari Infeksi Corona

Berikut rangkumannya:

Hubungan Pasien dan WN Jepang

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut pasien berteman dekat dengan warga negara Jepang domisli Malaysia yang diduga menularinya.

Terawan bahkan menyebut WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien.

"Ini kan teman dekatnya, datangnya ke rumah dong. Di sini, di daerah Depok (rumahnya)," kata Terawan pada Senin (2/3/2020).

Namun belakangan beredar informasi bahwa kontak WN Jepang dengan pasien itu terjadi di sebuah acara dansa di Jakarta.

Menkes pun akhirnya meralat keterangan dan mengakui bahwa kontak terjadi di acara dansa.

"Dia dansa dengan teman dekatnya, tanggal 14 Febuari," kata Terawan.

Namun, keterangan Menkes bahwa pasien dan WN Jepang itu berteman dibantah oleh pasien sendiri.

Pasien kasus 2 menegaskan anaknya (pasien kasus 1) tak kenal dengan WN Jepang yang dimaksud Menkes.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved