Berita Purbalingga
Tanah Longsor di Purbalingga, Ribuan Siswa Pecinta Alam Gelar Aksi Menanam Pohon
Ribuan siswa pencinta alam melakukan tanam pohon di Siregol jalur Desa Kramat -Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Ribuan siswa pencinta alam (Sispala), Karangtaruna dan Pemuda Pancasila (PP) serta Ormas RAPI melakukan tanam pohon di Siregol jalur Desa Kramat -Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol, Minggu (1/3/2020).
Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian adanya longsor di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol.
Wakil Kepala Administrator Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Rahmat Wijaya mengatakan tujuan kegiatan tersebut mendidik generasi muda yang tergabung kedalam korps komunitas pencinta lingkungan untuk melestarikan hutan dan sumber daya alam yang ada di dalamnya.
• PSCS vs PSIM Berakhir Imbang, Pelatih Jaya Hartono Tak Puas Inginkan Sekali Uji Coba Away
• Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu
• Kisah Kakek Pemulung Sebatangkara Diusir Istri Karena Hanya Beri Rp 50 Ribu
• Update Virus Corona: Awal Maret Hampir 3000 Orang Meninggal Dunia,China Terbanyak, Indonesia Nihil
"Kurang lebih pesertanya sebanyak 1000 orang, dari berbagai komunitas lingkungan seperti Sispala, organisasi kepemudaan seperti karangtaruna dan pemuda Pancasila, serta masyarakat desa Kramat dan Sirau," ujarnya dari rilis yang diterima tribunbanyumas.com.
Menurutnya, ada 2000 pohon yang ditanam. Pohon tersebut berupa pohon Akasia, Jati, Puspa dan Mahoni yang dapat tumbuh 10 hingga 20 tahun kedepan.
"Gerakan reboisasi harus kita gaung kepada semua lapisan masyarakat terutama generasi muda karena hutan mempunyai fungsi sebagai penyangga kehidupan satwa dan kehidupan lainnya.
Serta kehidupan masyarakat baik di hulu maupun di hilir termasuk di bawah aliran sungai", jelasnya.
Sekretaris Kecamatan Karangmoncol Sapto Suhardiyo menghimbau Sispala harus memberikan contoh kepada masyarakat agar selalu menjadi lingkungannya.
Sispala bukan hanya cinta naik gunung saja namun harus cinta lingkungan dan menjaganya.
"Kalau sekarang kita melihat banjir dimana-mana dan tanah longsor jika musim penghujan serta terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan jika musim kemarau merupakan salah satu ulah manusia.
• Dramatis, Persija Amankan Tiga Poin Tundukan Borneo FC 3-1
• Cerita Sebenarnya Video Viral Pria Kepergok Curi Susu Demi 2 Balita, Polisi: Nurani Saya Tersentuh
• Kisah Alumni SMPN 3 Purbalingga yang Kembali ke Sekolah Setelah Sukses, Ini yang Dia Lakukan
• Viral Ibu dan Tiga Putrinya Menikah Bersamaan, Salah Satu Mempelai Beberkan Ide Awal
Yakni maraknya pembalakan liar di hutan-hutan kita," jelasnya.
Ketua panitia kegiatan rehabilitasi hutan lindung kawasan Siregol, Mundiati mengatakan selain kegiatan rehabilitasi juga dilakukan camping ground di lapangan desa Kramat.
Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari yakni Sabtu dan Minggu.
Pada Sabtu malam dilakukan sarasehan dengan tema konservasi lingkungan hidup bagi generasi muda, serta diskusi komoditas kopi sebagai penunjang sektor ekonomi masyarakat lokal.
" Kemudian juga ada kegiatan ramah tamah dan hiburan bagi peserta," pungkasnya. (rtp)