Berita Banyumas
Mendoan Khas Banyumas Diusulkan 3 jadi Warisan Budaya Tak Benda
Ketiga warisan budaya tak benda itu adalah Mendoan, Seni Wayang Bawor dan Gubrag Lesung
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas mengusulkan 3 warisan budaya tak benda asal Banyumas.
Ketiga warisan budaya tak benda itu adalah Mendoan, Seni Wayang Bawor dan Gubrag Lesung.
Seperti yang diketahui bahwa mendoan adalah salah satu makanan khas dari wilayah Banyumas.
• Kisah Sugeng Wiyono Kolektor Foto Tua Asal Purwokerto, Menolak Iming-iming Mobil dari Orang Belanda
• 4 Tahun Cabuli Siswinya, Kedok Kepala Sekolah Dibongkar Guru Pramuka, Ruang Kepsek Jadi Saksi
• Foto Tiga Pembina Pramuka SMP N 1 Turi, Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor
• Kepsek SD di Purbalingga Beberkan Detik-detik Siswanya Tewas Tenggelam di Kolam Renang:Kami Menyesal
Makanan yang berbahan dasar kedelai ini sudah menjadi keseharian bagi warga Banyumas bahkan masyarakat Indonesia.
Sebagai upaya mempertahankan budaya dan warisan, Pemerintah Kabupaten Banyumas, mengusulkan mendoan menjadi warisan budaya tak benda 2020.
Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Mispan mengatakan, mendoan sudah ada sejak tahun 1870-an.
"Makanan ini sudah menjadi klangenan (kesukaan) para adipati jaman dahulu.
Kami mengusulkan mendoan ini menjadi warisan budaya tak benda aspek kuliner," ujarnya kepada TribunBanyumas.com, Selasa (25/2/2020).
Mispan mencontohkan jika di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas menjadi sentra pembuatan tempe mendoan.
Ada sekitar 720 rumah perajin tempe dengan kapasitas produksi mencapai 12 ton per hari.
Pemasarannya juga sudah menyebar mulai ke wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara.
Mendoan memang sudah dikenal masyarakat luas.
"Dulu itu penjual mendoan di Sawangan (Purwokerto) waktu zaman Presiden SBY diundang ke Istana Negara untuk menyajikan mendoan di sana," kata Mispan.
Mendoan tidak sekedar makanan, tetapi memiliki nilai yang menggambarkan karakteristik masyarakat Banyumas.
Mendoan bertekstur lembek menggambarkan karakteristik orang Banyumas yang fleksibel atau mudah menyesuaikan diri.
Apabila dalam memasak terlalu lama, maka akan marah dan berubah menjadi keras layaknya kripik tempe.
Usulan tersebut telah disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.
Kemudian akan diteruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Masa sidang di kementerian sendiri adalah bulan Juni-Juli.
Kemudian pada Agustus sidang penetapan, sudah bisa jadi warisan budaya tak benda atau tidak.
Selain mendoan, seni wayang bawor dan Gubrag Lesung juga di usulkan menjadi warisan budaya tak benda lainnya.
Makanan Banyumas yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda adalah getuk goreng.
"Piagamnya kami terima sejak 2018," pungkasnya.
Jika nantinya mendoan diakui, maka mendoan akan menjadi makanan kedua dari Banyumas yang menjadi warisan budaya tak benda. (TribunBanyumas/jti)
• Kepsek SD di Purbalingga Beberkan Detik-detik Siswanya Tewas Tenggelam di Kolam Renang:Kami Menyesal
• Kisah Sugeng Wiyono Kolektor Foto Tua Asal Purwokerto, Menolak Iming-iming Mobil dari Orang Belanda
• 4 Tahun Cabuli Siswinya, Kedok Kepala Sekolah Dibongkar Guru Pramuka, Ruang Kepsek Jadi Saksi
• Harga Sikat Gigi Syahrini Membuat Netizen Heboh, Mampu Menggosok Sendiri, Intip Penampakannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pedagang-saat-menggoreng-mendoan-di-pusat-oleh-oleh-sawangan.jpg)