Senin, 18 Mei 2026

Cium Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Objek Wisata Silangit Purbalingga, Warga Geruduk Pemerintah

Ratusan warga yang tergabung dalam paguyuban RT meminta klarifikasi mengenai isu dugaan penyelewengan dana tempat wisata Silangit.

Tayang:
Istimewa
Ratusan warga datangi pemerintah Desa Patemon untuk menanyakan terkait isu penyelewengan pembiayaan pembangunn tempat wisata Silangit. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Ratusan warga yang tergabung dalam paguyuban RT datangi pemerintah Desa Patemon Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Kedatangan mereka pada Minggu (2/2/2020) bertujuan untuk meminta klarifikasi mengenai isu dugaan penyelewengan dana tempat wisata Silangit yang berada di desa tersebut.

Ketua Paguyuban RT Desa Patemon, Beni Sudiro menuturkan ada tiga pokok permasalahan terjadi di desanya yang akan diklarifikasikan.

Pertama adalah adanya informasi dugaan penyelahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dialokasikan ke tempat wisata.

Kisah Kiki, Seumur Hidup Belum Berjumpa Ibunya, Mencari via Medsos di Cilacap Justru Dapat Cibiran

Sukses Bintangi Drama Korea The Last Empress, Shin Sung Rok Bintangi Drama Terbaru Penthouse

Chord Kunci Gitar Lagu Menjaga Hati Yovie & Nuno

Syok dapat Kado Cut Meyriska, Roger Danuarta: Kamu Hamil?

kemudian adanya kompensasi diterima pemerintah desa sebesar Rp 40 ribu per rit pasir dari penambang, dan terakhir menanyakan kerjasama antara BUMDes dengan penambang.

Hal itu karena masyarakat mendengar kabar bahwa pembangunan tempat wisata Silangit juga dibiayai dari hasil penambangan pasir yang berada di lokasi tersebut.

Pada audiensi tersebut, pihak pemerintah desa telah memberikan keterangan terkait isu yang beredar.

"Di luar sana ada anggapan miring terkait penyimpangan pembangunan tempat wisata.

Ada sekitar 100 orang yang mendatangi pemerintah desa untuk menanyakan hal tersebut," ujarnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Minggu (2/2/2020).

Beni mendukung sepenuhnya pembangunan tempat wisata Silangit.

Tempat wisata tersebut dapat meningkatkan perekonomian dan penyerepan tenaga kerja di desanya.

"Adanya tambang pasir di tempat wisata tersebut masyarakat juga bisa bekerja di situ. Itu baru tahap awal.

Sepanjang 2019 Ombak Pantai Selatan Kebumen Gulung 24 Wisatawan, Dua Belum Ditemukan

7 WNI Tak Dievakuasi dari Hubei China. Menkes: 4 Orang Menolak Ikut, 3 Tak Lolos Pemeriksaan

Merdeka Belajar - Kampus Merdeka Kemendikbud. Ini Keuntungan bagi Mahasiswa

SIAPPmas akan Ikuti United Nations Public Service Awards 2021 di Amerika Serikat. Aplikasi Apa Itu?

Kalau sudah selesai pembangunannya bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi " jelasnya.

Menurut dia, adanya isu tersebut membuat aktivitas pembangunan dan penambangan sempat terhenti.

Pihaknya ingin meluruskan agar tidak terjadi anggapan yang tidak benar terkait aktivitas pembangunan tempat wisata.

"Makannya adanya isu-isu tersebut kami ingin memastikan kebenarannya. Saya juga dengar sering ada LSM yang mendatangi tempat pembangunan ," kata dia.

Ia bersama warga ingin mengawal proses pembangunan tempat wisata agar berjalan lancar.

Selain itu menepis adanya isu-isu yang tidak benar.

"Kami kawal pembangunan di sini agar pembangunan berjalan sesuai target," tukasnya.(rtp)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved