Ini Dasar Sejarah Perubahan Hari Jadi Banjarnegara
Masyarakat Kabupaten Banjarnegara akan menyambut hajat besar di awal tahun 2020 ini.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Masyarakat Kabupaten Banjarnegara akan menyambut hajat besar di awal tahun 2020 ini.
Kabupaten Banjarnegara bakal berulang tahun pada 26 Februari 2020 mendatang.
Perayaan hari jadi kali ini akan melahirkan kesan beda bagi masyarakat tentunya.
Selama ini, hari jadi Kabupaten Banjarnegara selalu diperingati pada tanggal 22 Agustus.
Segala bentuk perayaan hari jadi yang meriah pun diadakan pada bulan itu. Tetapi di bulan Agustus 2019 lalu, euforia perayaan tak seperti biasa.
• Jika Ponsel Kalian Masuk Dalam Daftar Ini, Siap-siaplah Per Februari Nanti Tidak Bisa Pakai Whatsapp
• Begini Tips Cari Tiket Pesawat Murah, Mulai Booking 6 Minggu Lebih Awal, Hingga Pesan Saat Pagi Hari
• WNI di Wuhan Provinsi Hubei China akan Segera Dievakuasi, Begini Kata Kemenlu RI
• Aksi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Ajak ODGJ Tinggal Bersamanya di Pendopo
Sebabnya, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama DPRD melalui rapat paripurna telah sepakat mengubah hari jadi kabupaten dari 22 Agustus menjadi 26 Februari, pada Maret 2019 lalu.
Ketua DPRD Banjarnegara Ismawan Setya Handoko mengatakan, perubahan hari jadi Banjarnegara ini sudah melalui diskusi panjang melalui Pansus di DPRD yang melibatkan ahli sejarah.
Dasar perubahan itu antara lain merujuk pada catatan sejarah kepulangan menantu Adipati Wirasaba, Raden Jaka Kaiman dari Kesultanan Pajang.
Sepulang dari Pajang, Jaka Kaiman membagi kekuasaannya menjadi empat kadipaten untuk saudara-saudara iparnya.
• 6 Film Indonesia Tayang Februari 2020 di Bioskop, Film Genre Horor hingga Romantis
• Berikut Jadwal Pertandingan Proliga di GOR Satria Purwokerto
• Seram! Dahan Beringin di Kuburan Slatri Banjarnegara Tumbang, Truk yang Melintas Mendadak Mogok
• Tabrak Truk, Satu Pengendara Motor Tewas di Maos Sampang Cilacap
Saudara ipar Jaka Kaiman tak lain adalah anak kandung Adipati Wirasaba. Empat kadipaten itu meliputi Wirasaba, Merden, Banjar Petambakan dan Kejawar.
Peristiwa itu diyakini bertepatan tanggal 26 Februari 1571 hingga menjadi dasar penetapan hari jadi Kabupaten Banjarnegara sekarang.
"Ada temuan bukti berdasarkan sejarah yang didiskuaikan. Bahwa peringatan hari jadi yang lebih akurat, seperti yang sekarang ini (26 Februari)," katanya.
Ismawan berharap, perubahan hari jadi Kabupaten Banjarnegara akan membawa berkah bagi masyarakat Banjarnegara.
Perubahan hari jadi juga diharapkan membawa spirit baru bagi kemajuan Kabupaten Banjarnegara.
"Semoga membawa berkah, dan apa yang dicitakan untuk kemajuan daerah tercapai,"katanya. (aqy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tukar-cendera-mata-kepala-bin-jateng-dengan-bupati-banjarnegara.jpg)