Resmi! Ada Omah Sastra Ahmad Tohari di Agro Karang Pangiyongan. Geliatkan Seni-Budaya Banyumasan
oah sastra ahmad tohari telah diresmikan di area agro karang pangiyongan, banyumas. ini menggairahkan seni-budaya banyumasan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dalam jagad sastra di Indonesia, Ahmad Tohari, bukanlah nama yang asing. Bahkan, bisa dibilang ia sudah begitu populer.
Tohari adalah sastrawan dan budayawan dari tlatah ngapak, Banyumas. Ia menamatkan sekolah menengah atas (SMA)-nya di Purwokerto.
Karya monumentalnya 'Ronggeng Dukuh Paruk', sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari.
Menghormati Ahmad Tohari dan budayawan dari Banyumas lain, owner Agro Karang Pangiyongan, Liem Koeswintoro, sengaja membangun Omah Sastra Ahmad Tohari.
• Antuasiasme Warga Sambut CFD Perdana Purbalingga, Ingin Ada Setiap Minggu. Ini Foto-fotonya
• Ikon Baru Banyumas, Jembatan Lengkung yang Belum Selesai Dibangun Ini Jadi Spot Slefi
• Rekomendasi Film Komedi Indonesia Tayang Minggu Ini, Ada Tora Sudiro dan Gary Iskak
• Video Pentas Barongsai Putra Mandiri Di Dalam Kolam Renang
Omah sastra ini diahrapkan mampu menjadi wahana rekreasi sastra-budaya, serta pendidikan karakter untuk anak bangsa.
Dilengkapi dengan berbagai fasilitas, Omah Sastra Ahmad Tohari kurang lebih berjarak 25 kilometer arah barat kota Purwokerto.
Ya, Omah Sastra Ahmad Tohari yang berada di area Wahana Wisata Alam Agro Karang Panginyongan, Grumbul Menggala, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Omah Sastra Ahmad Tohari diresmikan pada Sabtu (25/1/2020). Dan dihadiri langsung oleh sang sastrawan.
• Kisah Mbah Kartasun Berjualan Meja di Usia 89 Tahun, Sering Dikira Pengemis dan Selalu Bawa UUD 45
Adalah Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Periwisata (Dinporabudpar) Asis Kusumandani yang berkenan meresmikan secara langsung Omah Sastra Ahmad Tohari.
Menurutnya, bukan hanya masyarakat Indonesia, Ahmad Tohari telah banyak dikenal oleh pecinta sastra di dunia berkat karya-karyanya yang membumi.
Di omag sastra ini, bukan hanya karya Ahmad Tohari saja yang dikumpulkan, akan tetapi ada juga budaya Penginyongan pada umumnya.
Asis Kusumandani berjharap, Omah Sastra Ahmad Tohari ini mampu menjadi tempat wisata sastra, sekaligus menggugah, menginspirasi serta meningkatkan minat dan kepedulian generasi muda terhadap sastra.
• Viral Kisah Dua Bocah Ditinggalkan Orangtua di Bandara Karena Diduga Terinfeksi Virus Corona
"Sejak dini generasi muda perlu untuk diperkenalkan agar mengerti, memahami dan menghargai sastra secara sadar.
Sehingga mereka dapat dapat menerapkan nilai nilai dalam kehidupan," kata Asis dalam sambutannya kepada TribunBanyumas.com, Sabtu (26/1/2020).
Salah satu tujuan dibangunnya rumah sastra ini adalah untuk mewadahi dan melestarikan karya-karya seni, sastra, dan budaya.