ABK yang Janazahnya Dibuang ke Laut Sudah Lama Tidak Hubungi Keluarga
Muhammad Alfatah ABK asal Enrekang yang jasadnya dibuang di atas Kapal Long Xing 902 setelah meninggal saat berlayar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SULAWESI SELATAN - Muhammad Alfatah ABK asal Enrekang yang jasadnya dibuang di atas Kapal Long Xing 902 setelah meninggal saat berlayar ternyata sudah lama tidak mengontak keluarganya.
Bahkan Rasyid, kakak kandung Alfatah mengaku mengetahui kematian adiknya dari media sosial.
Saat itu ia melihat sebuah foto yang sangat mirip dengan adiknya.
Dari keterangan yang ia baca, ABK yang meninggal karena sakit tersebut jenazahnya dibuang ke laut.
Tak lama kemudian, keluarga menerima sebuah Surat dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyebut Alfatah telah meninggal dunia.
"Pas viral bersamaan itu ada surat datang," ujarnya.
Rasyid mengaku terakhir berkomunikasi dengan dengan adiknya setahun yang lalu.
Saat itu sang adik berkabar sedang di bandara di Hongkong dan akan melanjutkan perjalanan ke Korea.
"Dan setelah itu tidak pernah ada kabar lagi," ujarnya.
Rasyid enggan berspekulasi mengenai kebenaran penyebab kematian adiknya yang disebut meninggal karena sakit di atas kapal.
"Kami tidak ingin berpikir macam-macam terkait penyebab kematiannya, karena sudah diikhlaskan," katanya.
Namun Rasyid mengaku keluarga sebenarnya sangat berharap jenazah Alfatah dibawa pulang ke kampung halamannyya di Enrekang,
"Kami sangat ingin melihat jenazahnya, tapi mungkin itu sudah hal yang mustahil," kata Rasyid, Senin (20/1/2020).
Menurutnya keluarga telah menggelar salat gaib di rumah mereka untuk mendoakan Alfatah.
Sebelumnya disebutkan mayat Alfath dibuang ke laut karena daratan masih jauh dan ketakutan penyakitnya menular ke kru kapal lainnya.