Selasa, 5 Mei 2026

Kakeibo, Seni Menghemat Uang ala Jepang, Tanyakan Enam Hal Ini Sebelum Anda Putuskan Belanja

Jepang memang terkenal dengan kedetailan, perhatian, dan perubahan secara bertahap yang terealisasi

Tayang:
Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi uang 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Jepang memang terkenal dengan kedetailan, perhatian, dan perubahan secara bertahap yang terealisasi.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengikuti pola hidup masyarakat Jepang, khususnya dalam mengubah kebiasaan belanja yang sembrono dan impulsif.

Dikutip CNBC, Senin (20/1/2020), Jepang mempunyai metode penganggaran keuangan yang disebut kakeibo.

Kakeibo artinya buku besar keuangan rumah tangga.

Diciptakan oleh seorang wanita bernama Hani Motoko tahun 1904.

Kakeibo dikenal dengan pendekatan sederhana tentang keuangan Anda.

Untungnya, selama 116 tahun terakhir, kakeibo telah efektif dalam membantu orang membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas.

Hanya perlu buku catatan dan pulpen.

Sama seperti semua sistem penganggaran, metode kakeibo membutuhkan buku besar yang mencatat semua keluar masuknya dana.

Namun bedanya, kakeibo tidak perlu menggunakan perangkat lunak seperti aplikasi tertentu ataupun lembar Excel.

Mirip dengan jurnal bullet, buku besar ini menekankan pentingnya menulis secara fisik sebagai cara meditatif untuk memproses dan mengamati kebiasaan belanja Anda.

"Penelitian telah membuktikan berulang-ulang banyak manfaat menulis dengan tangan, yaitu mendorong Anda lebih sadar sambil mengakui pemicu di balik kebiasaan buruk Anda," kata seorang penulis dan pencoba kakeibo, Sarah Harvey, dikutip CNBC, Senin (20/1/2020).

Alih-alih menggunakan perangkat lunak, kakeibo mengharuskan Anda bertanya pada diri sendiri sebelum membeli barang secara impulsif.

Berikut ini pertanyaannya:

- Bisakah saya hidup tanpa barang tersebut?

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved