Video Jalan Rusak Parah di Giritirto Kebumen
Kondisi jalan di Desa Giritirto, perbatasan Kebumen - Banjarnegara rusak parah. Pengendara dibikin senam jantung saat melintas
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Abduh Imanulhaq
Beberapa waktu lalu, ia pun melihat rombongan bus dan minubus dari arah Banjarnegara yang terpaksa putar balik karena tak berani meneruskan perjalanan.
Menurut Rasman, mereka yang terjebak di jalur itu biasanya berasal dari luar kota yang tak paham medan. Mereka hanya mengikuti petunjuk google maps yang mengarahkan melalui jalur itu.
Wajar saja aplikasi itu mengarahkan pengendara dengan tujuan Banjarnegara-Kebumen melalui jalan itu. Menurut dia, jalan itu merupakan jalur tercepat dari pusat kota Kebumen ke Banjarnegara maupun sebaliknya.
Ini dibanding jalur lain semisal ruas Gombong Kebumen-Mandiraja Banjarnegara. Jalan itu memang lebih layak, namun lebih jauh untuk menghubungkan dua kota karena letaknya di pinggir kabupaten.
"Padahal ini akses paling cepat kenapa tidak jadi prioritas," katanya.
Menurut Rasman, kondisi jalan yang buruk menghambat aktivitas perekonomian warga di dua kabupaten.
Menurut dia, banyak warga baik dari Banjarnegara maupun Kebumen yang memanfaatkan jalan itu untuk menunjang perekonomian mereka.
Terlebih bagi masyarakat Desa Giritirto, sebagian mereka bahkan harus kesusahan untuk mengakses kantor balai desa atau fasilitas kesehatan terdekat. Padahal, bersebelahan dengan desa itu, Desa Duren di Kabupaten Banjarnegara, kondisi jalannya sudah jauh berbeda.
Jalan di perbatasan itu mulus setelah dibeton oleh Pemkab Banjarnegara. Sayangnya, meski jalan telah mulus, warga Desa Duren pun masih kesusahan jika hendak bepergian ke Kebumen.
Sebab, jalan di perbatasan yang masuk wilayah Kabupaten Kebumen, kondisinya masih parah.
Gencarnya pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan oleh Pemkab Banjarnegara mestinya disambut Pemkab tetangga dengan langkah serupa.
Sehingga aksesibilitas dua kabupaten itu semakin terbuka untuk memacu pembangunan di sektor lain.
"Dampaknya ekonomi tersendat, baik yang dari Kebumen maupun Banjarnegara," katanya. (*)