Dua Hari 12 Kejadian Longsor di Banjarnegara, BPBD Keluarkan Imbauan
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, setidaknya terdapat 12 titik longsor yang terjadi dalam kurun waktu dua hari.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Hujan ekstrem pada Rabu (8/1) memicu pergerakan tanah di belasan lokasi di Banjarnegara.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, setidaknya terdapat 12 titik longsor yang terjadi dalam kurun waktu dua hari.
Rentetan bencana itu terjadi di waktu hampid bersamaan, tanggal 8 hingga 9 Januari tahun 2020. 12 titik longsor itu terjadi di area jalan dan pemukiman.
Di antara kejadian cukup parah terjadi di Desa Slatri Kecamatan Karangkobar (9/1).
Longsor menutup badan jalan provinsi hingga lalu lintas sempat lumpuh total.
Masih di jalur sama, longsor menutup badan jalan provinsi yang menghubungkan Pekalongan dengan kawasan wisata Dieng, tepatnya di tanjakan Sikelir Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa (8/1).
Selain menimpa jalan provinsi, longsor juga menimpa jalan kabupaten dan jalan desa di sejumlah lokasi lain, yakni di jalur Sumberjo menuju Desa Sidengok Kecamatan Pejawaran, tanjakan Princigan ruas jalan Desa Ratamba menuju Kecamatan Batur.
Longsor juga menimpa jalan kabupaten Desa Binangun Kecamatan Karangkobar, jalan kabupaten di dukuh Alian Desa Ambal Kecamatan Karangkobar, serta jalur Gumelar menuju Karangkobar.
"Beberapa alat berat diturunkan untuk pembersihan material longsor,"katanya
Selain menimpa infrastruktur jalan, longsor juga menimpa pemukiman di beberapa desa.
Di Dukuh Sidamulya Desa Leksana Kecamatan Karangkobar, longsor mengancam satu rumah warga.
Longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Kalisat Kidul Kecamatan Kalibening hingga merusak beberapa rumah.
Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kalibening Banjarnegara Suswanto melaporkan, di Dusun Tembelang, longsor menimpa rumah Suisah hingga mengakibatkan dinding tembok rumah jebol.
Sedangkan di Dusun Sawalan, tepatnya di Rt 05 Rw 01 tebing setinggi kurang lebih 15 meter mengalami pergerakan dan mengakibatkan dinding rumah milik Tati jebol.
Di Dusun Sepring, longsor bahkan menjebol dapur rumah Ahmad hingga melukai dua penghuninya.
Arief Rahman mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hujan mulai turun.
"Karena cuaca ekstrem diprediksi akan terus ada hingga Februari 2020,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/warga-dan-relawan-kerja-bakti-membersihkan-material-longsor.jpg)