Jumat, 24 April 2026

Misteri Menghilangnya Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas, Ini Kesaksian Pengurus Ponpes

Kasus penipuan biro perjalanan Umroh di Banyumas diduga dilakukan oleh pasangan suami istri, atas nama RD dan NR

Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Dedi Kusworo calon jamaah umrah saat menunjukan foto pasangan suami-istri, RD dan NR, pada Selasa (17/12/2019) atas dugaan penipuan biro umroh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kasus penipuan biro perjalanan Umroh di Banyumas diduga dilakukan oleh pasangan suami istri, atas nama RD dan NR.

Pasangan suami istri yang mengelola biro perjalanan umrah sekaligus merupakan pengasuh pondok pesantren di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Namun pasangan tersebut telah pergi hampir sebulan terakhir.

Menurut pengakuan dari Wahyudi (31) yang merupakan pengurus pondok pesantren
mengaku, tidak mengetahui keberadaan pasangan RD dan NR tersebut.

"Saya tidak tahu, terakhir di sini sudah lama hampir satu bulan pergi," kata Wahyudi kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/12/2019).

Wahyudi bercerita jika beberapa waktu lalu NR sempat menghubungi anaknya melalui pesan Whatsapp.

Namun, anaknya kini telah kembali ke pondok pesantren tempatnya menimba ilmu di luar kota.

Semenjak pasangan suami istri itu pergi, Wahyudi yang mengurus pondok pesantren.

Saat ini ada sekitar 10 orang santri putra dan putri yang tinggal di pondok pesantren.

"Saya di sini sudah tiga tahun, usaha umrah sudah lama sejak sebelum saya di sini, Sudah sering memberangkatkan umrah, setiap tahun," ujar Wahyudi.

Sekitar 127 orang batal diberangkat umrah dengan kerugian diperkirakan mencapai hampir Rp 1 miliar.

Selain dugaan penipuan umrah, pasangan suami istri tersebut juga diduga melakukan penipuan dengan modus investasi jual beli benda antik.

Berdasarkan perkembangan terakhir kasus penipuan umroh di Banyumas, Kapolresta Banyumas AKBP Whisnu Caraka mengatakan telah memeriksa 12 saksi.

"Pemeriksaan saat kami ingin memperjelas bagaimana mereka menjadi korban.

Seperti menunjukan bukti-bukti yang dimiliki," ucapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved