Berita Nasional
Tragedi Bantargebang: Gunungan Sampah Longsor Timbun 13 Orang, 4 Tewas dan 5 Hilang
Tragedi di TPST Bantargebang: Gunungan sampah longsor menimbun warga dan kendaraan. 4 orang tewas, 5 masih hilang. Simak update evakuasinya.
Ringkasan Berita:
- Tumpukan gunung sampah di TPST Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilaporkan longsor dan menimbun sejumlah kendaraan, warung, hingga memakan korban jiwa.
- Tim gabungan mencatat total ada 13 orang yang menjadi korban keganasan longsor sampah Bantargebang.
- Dari jumlah tersebut, 4 orang selamat, 4 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam proses pencarian.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BEKASI – Bencana melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (8/3/2026).
Gunungan sampah yang menjulang tinggi dilaporkan longsor secara mendadak, menimbun sejumlah kendaraan, warung, hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Laporan tim gabungan di lapangan mencatat total 13 orang menjadi korban dalam peristiwa nahas ini.
Dari jumlah tersebut, 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 4 orang berhasil diselamatkan, sementara 5 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif di bawah tumpukan material sampah.
Evakuasi Berpacu dengan Waktu
Insiden ini terjadi dengan sangat cepat, menyapu area yang menjadi pusat aktivitas para pekerja dan warga sekitar.
Selain menelan korban jiwa, longsoran sampah tersebut menghancurkan sejumlah infrastruktur darurat dan kendaraan yang berada di kaki gunungan sampah.
Baca juga: Gara-gara Lemparan Petasan Anak-anak, Pedagang Tempe Tewas dalam Kecelakaan Maut di Pliken Banyumas
"Kejadiannya berlangsung cepat. Material sampah yang labil langsung merosot dan menyapu semua yang ada di bawahnya, termasuk warung-warung warga," tulis laporan tim evakuasi di lokasi kejadian.
Operasi Pencarian 5 Korban Hilang
Hingga Senin (9/3/2026), tim gabungan dari BPBD, Basarnas, dan relawan masih terus berupaya melakukan penggalian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya 5 warga yang hilang.
Kendala utama di lapangan adalah bau menyengat, gas metan yang mudah terbakar, serta tekstur tumpukan sampah yang tidak stabil.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi kini berkoordinasi untuk menangani dampak bencana ini serta mengevaluasi kelayakan teknis gunungan sampah yang terus meninggi di lahan terbatas tersebut.
Garis polisi telah dipasang di sekitar zona bahaya untuk mencegah warga mendekati lokasi longsor susulan, sementara alat berat terus dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material. 9sal/tribunnews)
Baca juga: Militer Israel Klaim Serang Fasilitas Bahan Bakar Militer di Jantung Ibu Kota Iran