Video Berita
Kisah Perjuangan Relawan Nagaraja Cilacap Menjaga Laut Selatan, Lepas Ribuan Penyu
"Dulu tahun 2019 sampai 2023 kami patroli jalan kaki sejauh 12 kilometer bolak-balik setiap malam," kenang Jumawan
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM - Di balik debur ombak Samudera Hindia, ada kisah panjang perjuangan warga Cilacap menjaga keberlangsungan penyu di pesisir selatan.
Tribunbanyumas.com melaporkannya dalam bentuk SaksiKata.
Awalnya, upaya konservasi dilakukan dengan penuh keterbatasan.
"Dulu tahun 2019 sampai 2023 kami patroli jalan kaki sejauh 12 kilometer bolak-balik setiap malam," kenang Jumawan, Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Minggu (5/10/2025).
Medan berat dan minim dukungan membuat timnya hanya bisa menjangkau sebagian kecil dari garis pantai sepanjang 25 kilometer.
Namun semangat mereka tak pernah padam.
Mereka mulai menyosialisasikan pentingnya pelestarian penyu kepada para nelayan di sekitar pantai.
"Kami tidak membeli telur penyu, tapi mengganti dengan ucapan terima kasih," kata Jumawan.
Langkah sederhana itu menjadi kunci perubahan besar.
Baca juga: Alfiat Soroti Lemahnya Lini Belakang Persiku Kudus saat Dikalahkan Deltras
Perlahan, para nelayan mulai sadar pentingnya menyerahkan telur penyu kepada pihak konservasi.
Setiap tahun, kelompok ini juga menggelar Puncak Konservasi Penyu sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ikut melestarikan satwa langka tersebut.
"Penemu telur biasanya kami undang," katanya.
"Kami sampaikan terima kasih karena mereka sudah berperan menyelamatkan penyu," imbuh Jumawan.
Kini, berkat bantuan motor trail dari pemerintah sejak akhir 2023, jangkauan patroli kelompoknya semakin luas hingga Pantai Jetis, Nusawungu. (ray/her)