Berita Jateng
Siap Tampil Jadi Starter, Gustur Cahyo Optimis Bawa PSIS Raih Tiga Poin
Gustur menegaskan target tim tetap jelas, yakni meraih kemenangan dan mengamankan tiga poin.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Pemain PSIS Semarang, Gustur Cahyo Putro, menunjukkan optimisme tinggi jelang laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-22 menghadapi Persipal Palu, Minggu (29/3/2026) mendatang.
Ia menyebut persiapan tim sejauh ini berjalan dengan baik usai kembali dari libur Idulfitri.
“Alhamdulillah, sejauh ini persiapan cukup baik,” ujar Gustur kepada tribunjateng.com, Kamis (26/3/2026).
Ia menilai program latihan mandiri yang diberikan tim pelatih selama masa libur cukup membantu menjaga kondisi pemain, sehingga tidak ada kendala berarti saat kembali menjalani sesi latihan bersama.
“Tidak ada kendala selama libur karena tim pelatih juga kasih kami materi latihan selama di rumah,” tambahnya.
Menghadapi laga terdekat, Gustur menegaskan target tim tetap jelas, yakni meraih kemenangan dan mengamankan tiga poin. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari suporter sebagai tambahan motivasi bagi para pemain di lapangan.
“Semoga semua berjalan lancar sesuai target tiga poin. Doa dan dukungan masyarakat Semarang sangat penting untuk rekan-rekan saat ini,” ungkapnya.
Terkait peluang tampil, pemain yang juga pernah berseragam PSIS musim 2018 itu memang terbuka lebar turun sejak menit awal.
Hal ini karena bek kanan yang sebelumnya kerap dimainkan sebagai starter, Ibrahim Sanjaya mendapat kartu merah di pekan ke-21 saat melawan Persiba Balikpapan.
Gustur mengaku siap jika dipercaya turun sejak menit awal. Ia menargetkan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
“Ya, ada kemungkinan saya diturunkan dari menit awal. Target pribadi yang penting bisa bermain baik dan membantu tim meraih tiga poin,” katanya.
Baca juga: Jadwal dan Peluang Timnas Indonesia di Ajang FIFA Series 2026
Lebih lanjut, Gustur juga menyoroti kesiapan tim yang saat ini memilih berlatih di Lapangan Lestarindo Soccer Field Boyolali jelang laga kontra Persipal Palu.
Dia menyebut, jarak lokasi latihan dari Kota Semarang menuju Boyolali tidak begitu menjadi kendala.
Gustur Cahyo dkk menjalani latihan di Boyolali selama dua hari (Rabu dan Kamis), kemudian melanjutkan persiapan di Semarang pada Jumat dan Sabtu.
Menurutnya, akses yang baik serta kualitas lapangan latihan di Boyolali turut menunjang persiapan tim.
Hal ini sulit ditemukan di Semarang, terutama saat musim hujan tiba.
Sementara lapangan lain, seperti lapangan POJ City Semarang yang menggunakan lapangan rumput sintetis memiliki karakter yang berbeda dengan lapangan rumput alami.
Tim Mahesa Jenar mencari lapangan rumput alami yang lebih mumpuni sebagai bagian dari adaptasi menatap bentrok kontra Persipal Palu di Stadion Jatidiri.
“Secara jarak tidak terlalu jauh, kita pakai fasilitas jalan tol jadi tidak ada masalah. Lapangan di sini juga bagus-bagus jadi sangat membantu persiapan tim,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap mewaspadai kekuatan lawan, Persipal Palu, yang dinilai memiliki motivasi tinggi untuk keluar dari zona bawah klasemen.
Persipal saat ini menempati posisi juru kunci grup timur di papan klasemen sementara.
“Menurut saya mereka juga tim bagus, semua pemain wajib kita waspadai. Mereka juga punya target untuk naik dari zona degradasi. Kami harus antisipasi semangat juang mereka,” tegasnya.
Sementara itu, pemain paling senior di kubu PSIS, Alberto Goncalves menyebut laga melawan Persipal perlu kewaspadaan tinggi.
Ia menegaskan bahwa posisi lawan di klasemen tidak boleh membuat tim lengah.
“Ini kan tim di bawah kita. Ini yang harus diwaspadai. Saya pikir lawan yang paling berat adalah kita sendiri. Kalau kita masuk lapangan dengan pikir tim ini di bawah, kita sudah menang sebelum pertandingan, itu tidak mungkin,” tegas pemain berusia 45 tahun itu.
Menurut pemain yang akrab disapa Beto ini, justru tim yang berada di posisi juru kunci memiliki motivasi berlipat untuk keluar dari zona degradasi, sehingga berpotensi menjadi lawan yang lebih sulit.
“Mereka juga mau keluar dari situasi zona degradasi dan masih punya peluang karena masih ada enam pertandingan. Jadi kita tidak boleh berpikir mereka lawan yang mudah,” lanjutnya.
Ia pun mengingatkan seluruh pemain PSIS untuk tetap fokus penuh dan menganggap setiap pertandingan sebagai laga berat, terlebih bermain di kandang sendiri dengan ekspektasi besar dari suporter.
“Jangan meremehkan tim yang lagi di bawah kita. Kita harus masuk lapangan 100 persen fokus dan anggap tim ini kuat. Tim paling bawah itu kadang paling sulit karena mereka bermain dengan beban, sementara kita juga punya tekanan dari suporter yang ingin kita menang,” tandasnya.
Adapun saat ini, PSIS berada di urutan sembilan klasemen sementara grup timur. Satu tingkat lebih baik dari Persipal. Namun posisi tersebut juga tidak aman bagi PSIS dari ancaman degradasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Gustur-Cahyo-kuasai-bola.jpg)