Minggu, 7 Juni 2026

Berita Klaten

Imbas Rupiah Melemah, Harga Oli dan Ban Motor di Klaten Melonjak hingga Empat Kali

Dampak pelemanan rupiah, harga oli dan ban motor di Klaten meroket hingga bikin pasar bengkel lesu.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
Tribun Solo/TribunSolo/Zharfan Muhana
SERVICE MOTOR - Harga oli dan ban motor mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir di Kabupaten Klaten akibat melemahnya rupiah terhadap dolar AS, Jumat (5/6/2026). Kenaikan harga oli bahkan sudah terjadi hingga empat kali hingga membuat penjualan bengkel lesu. Konsumen beralih ke produk lebih murah, sementara bengkel memilih menahan tarif jasa servis agar pelanggan tetap datang. 
Ringkasan Berita:
  • Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian terasa di berbagai sektor.
  • Salah satunya berefek kepada kenaikan harga oli dan ban motor yang berimbas lesunya penjualan di sejumlah bengkel di Kabupaten Klaten. 
  • Konsumen disebut kaget dengan lonjakan harga yang terjadi berulang kali, bahkan mulai beralih mencari produk dengan harga lebih murah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN — Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian memukul sektor riil di daerah. Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kenaikan harga komoditas harga oli dan ban motor yang terjadi berulang kali dalam sebulan terakhir mulai memicu kelesuan omzet penjualan di sejumlah bengkel kendaraan. 

Kondisi tersebut memaksa masyarakat selaku konsumen mengubah pola belanja konsumen dengan beralih mencari produk alternatif yang jauh lebih murah demi menyiasati pengeluaran. 

"Sudah sebulan terakhir, kenaikannya terjadi. Belakang naiknya banyak, jadi konsumen banyak yang kaget," ungkap Melia, pemilik bengkel Laba-laba Motor di Klaten, Jumat (5/6/2026). 

Harga Oli Meroket Empat Kali dan Stok Mulai Langka

Menurut Melia, lonjakan harga pelumas kali ini dinilai cukup ekstrem karena terjadi secara bertahap hingga empat kali dalam waktu singkat. Salah satu produk yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah oli Honda MPX.

Oli yang sebelumnya menebus harga Rp59.000, kini meroket tajam menjadi Rp78.000 per botol, atau mengalami akumulasi kenaikan hingga Rp35.000 dari harga normalnya. 

Baca juga: Penyebab Harga Suku Cadang Kendaraan Naik, Oli di Atas 10 Persen

"Oli sekarang naik sampai Rp 35 ribu, naiknya sudah 4 kali ini. Barangnya sekarang juga susah," kata Melia menambahkan bahwa pasokan barang di pasaran kini mulai menunjukkan keterbatasan stok. 

Dampak kenaikan ini langsung terasa pada volume penjualan harian bengkel. Jika sebelumnya oli merek pabrikan tersebut mampu terjual rata-rata 15 botol per hari, saat ini grafiknya menurun drastis karena mayoritas pembeli memilih merek lain dengan harga yang lebih terjangkau. 

Pasar Otomotif Lesu, Bengkel Tahan Tarif Jasa Servis

Fenomena serupa juga melanda komoditas ban motor. Ban untuk motor jenis matik yang semula dibanderol Rp254.000, saat ini telah merangkak naik ke angka Rp260.000 per unit. 

Kombinasi kenaikan harga ini diakui membuat dinamika pasar otomotif, khususnya pada lini bisnis penjualan sparepart dan pelumas di tingkat retail, menjadi sangat lesu. Pembatasan pengeluaran oleh pemilik kendaraan membuat perputaran barang di bengkel melambat. 

Kendati harga suku cadang dan pelumas impor terus merangkak naik akibat depresiasi rupiah, pihak manajemen bengkel di Klaten mengaku sengaja memilih untuk tidak menaikkan tarif jasa servis berkala. Kebijakan ini diambil sebagai strategi bertahan demi menjaga loyalitas pelanggan agar tetap datang merawat kendaraannya. 

"Menurun (penjualannya), pasarnya jadi lesu sih. Kalau jasanya enggak naik, sementara masih ditahan," pungkas Melia. (zma)

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved