HADAPI TEKANAN, Ketua REI Joko Suranto Beberkan 4 Pilar Propertynomics Selamatkan Industri Properti
Ketua Umum REI Joko Suranto mengungkap kondisi industri properti nasional yang kini hanya tumbuh satu digit.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto, mengungkapkan bahwa industri properti nasional saat ini berada dalam masa tekanan berat.
Pertumbuhan penjualan yang biasanya mencapai dua digit, kini turun drastis menjadi satu digit di semua segmen.
"Industri properti saat ini dalam masa tekanan. Penjualan yang biasanya double digit, kini sudah single digit untuk semua segmen, baik MBR, menengah, maupun atas," ujar Joko Suranto dalam sebuah diskusi menuju Indonesia Property Forum 2025.
Baca juga: Dulu Viral Bangun Jalan, Crazy Rich Joko Suranto Kini Bagi-bagi Sembako Jelang Lebaran
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi adalah daya beli masyarakat yang menurun.
Hal ini diperparah oleh pergeseran sekitar 10 juta orang dari kelas menengah ke bawah serta maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Di sisi lain, potensi pasar sebetulnya sangat besar.
Joko memaparkan data BPS yang menunjukkan angka backlog atau kekurangan perumahan mencapai 9,9 juta unit.
Selain itu, dari 72 juta pekerja yang terdata di BPJSTK, 72 persen di antaranya berada di perkotaan dan potensial menjadi pasar properti.
Namun, akses terhadap pembiayaan perbankan masih menjadi kendala serius.
"Hanya 30-35 persen yang memiliki akses ke perbankan karena masalah SLIK OJK, yang kini juga mencakup pinjaman online yang tertunda," jelasnya.
Menghadapi tantangan ini, REI mengusulkan konsep Propertynomics kepada pemerintah. Konsep ini mendorong agar properti tidak hanya dilihat sebagai indikator, tetapi juga sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Joko Suranto merinci ada empat pilar utama dalam konsep tersebut.
Pertama, pilar institusional yang mencakup pembentukan kementerian perumahan dan bank yang fokus pada pembiayaan perumahan.
Kedua, pilar regulasi dan perizinan yang terkoordinasi di bawah satu komando.
"Pilar ketiga adalah anggaran pembiayaan, dan pilar keempat adalah program strategis nasional, seperti program 3 juta rumah yang sangat kami apresiasi," tambahnya.
Menurut riset REI bersama UI, setiap suntikan dana sebesar Rp 125-135 triliun ke sektor properti dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,5 persen hingga 0,6 persen.
Oleh karena itu, insentif seperti PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) dinilai sebagai sinyal positif untuk membangkitkan kembali Industri Properti yang melibatkan 185 industri manufaktur turunan.
| Pererat Sinergi, PLN UP3 Purwokerto Gelar Halalbihalal Idul Fitri 1447 H Bersama REI Banyumas Raya |
|
|---|
| Malam di Pedalaman Papua Tak Lagi Gelap, Crazy Rich Grobogan Joko Suranto dan Yonif 408 Bawa Cahaya |
|
|---|
| TAK HANYA JAWA, Makassar Kini Jadi Primadona Baru Properti di Indonesia Timur, Penjualan Meroket |
|
|---|
| PROGRAM 3 JUTA RUMAH Diapresiasi REI, Disebut Mampu Dongkrak Ekonomi Nasional Hingga 1,5 Persen |
|
|---|
| SUSAH DAPAT KPR? Ketua REI Ungkap Penyebab Jutaan Pekerja Ditolak Bank, Masalahnya Bukan Cuma Gaji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Joko-Sutanto-bantu-warga.jpg)