Jumat, 12 Juni 2026

Berita Otomotif

Sering Diabaikan, Suara Gredek Motor Matic Bisa Jadi dari CVT Jarang Servis

terdapat satu komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni CVT

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Budi Susanto
PERAWATAN - Seorang mekanik sedang melakukan perawatan pada CVT sepeda motor Honda, Kamis (11/6/2026). CVT menjadi jantung bagi sepeda motor matik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Popularitas sepeda motor matik di Indonesia terus meningkat karena kemudahan dan kenyamanannya saat digunakan sehari-hari.

Namun di balik kepraktisan tersebut, terdapat satu komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni sistem Continuously Variable Transmission (CVT).

Padahal, CVT memiliki peran vital dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Kondisi komponen ini sangat menentukan kenyamanan berkendara, mulai dari akselerasi, respons tarikan gas, hingga efisiensi bahan bakar.

Instruktur Training Astra Motor Jateng, Fachrul Reza, mengatakan masih banyak pengguna motor matik yang baru memeriksakan CVT ketika muncul tanda-tanda gangguan seperti getaran saat motor mulai berjalan, suara tidak normal dari area transmisi, atau performa yang terasa menurun.

Menurutnya, gejala tersebut umumnya muncul akibat kotoran yang menumpuk di dalam ruang CVT serta komponen yang mulai mengalami keausan karena pemakaian.

"CVT bekerja setiap kali motor digunakan. Karena itu, kondisinya perlu diperhatikan secara berkala. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama, performa kendaraan bisa menurun dan kenyamanan berkendara ikut terganggu," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, di dalam sistem CVT terdapat sejumlah komponen yang saling bekerja sama, seperti V-belt, roller, pulley, dan kampas kopling ganda. 

Baca juga: Sepinya Wisata Guci Usai Banjir Bandang, Banyak Karyawan Diputus Kerja


Selama motor digunakan, komponen-komponen tersebut akan menghasilkan gesekan yang memunculkan debu halus. Debu tersebut kemudian bercampur dengan kotoran dari luar dan mengendap di dalam rumah CVT.

Apabila tidak dibersihkan secara berkala, endapan kotoran dapat menghambat kinerja roller dan pulley sehingga menyebabkan munculnya getaran atau fenomena yang sering dikenal pengendara sebagai "gredek". Kondisi ini biasanya terasa saat motor mulai berakselerasi dari posisi diam.

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, CVT yang kurang terawat juga membuat tarikan motor terasa lebih berat dan respons gas menjadi kurang optimal.

Fachrul menuturkan, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pemilik motor adalah menunda pemeriksaan karena merasa kendaraan masih dapat digunakan secara normal.

Padahal, kerusakan pada CVT umumnya berkembang secara bertahap dan tidak langsung menunjukkan gejala yang mencolok.

Jika kondisi tersebut terus diabaikan, risiko kerusakan yang lebih serius dapat terjadi, terutama pada V-belt yang berfungsi sebagai penghubung tenaga dalam sistem transmisi otomatis.

Ketika V-belt mengalami keausan berlebihan dan putus saat kendaraan digunakan, tenaga mesin tidak lagi tersalurkan ke roda sehingga motor tidak dapat melaju.

Dalam beberapa kasus, serpihan V-belt yang rusak juga berpotensi merusak komponen lain di dalam ruang CVT sehingga biaya perbaikannya menjadi lebih besar.

Karena itu, Astra Motor Jateng mengimbau pengguna motor matik untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan CVT secara rutin 

Idealnya, servis CVT dilakukan setiap 6.000 hingga 8.000 kilometer, tergantung kondisi penggunaan kendaraan.

Dalam proses servis tersebut, mekanik akan membersihkan ruang CVT dari debu dan kotoran, memeriksa kondisi roller, pulley, kampas ganda, serta memastikan V-belt masih berada dalam kondisi layak pakai. Pelumasan pada bagian tertentu juga dilakukan agar sistem transmisi tetap bekerja secara optimal.

Perawatan berkala tidak hanya membantu menjaga performa motor tetap responsif, tetapi juga dapat mencegah konsumsi bahan bakar yang berlebihan dan memperpanjang usia pakai komponen transmisi.

"Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sehingga pemilik kendaraan dapat menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari," jelasnya.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved