Berita Jateng
Puluhan Hektar Bekas Tambang di Bawen Akan Disulap Jadi Tempat Wisata
Bekas lahan tambang seluas 22 hektare di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang mulai direklamasi
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Bekas lahan tambang seluas 22 hektare di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang mulai direklamasi menjadi kawasan agrowisata.
Perusahaan menargetkan kawasan tersebut tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Manager CV Jati Kencana, Dahwan mengatakan, perusahaan berkomitmen mengembalikan kondisi alam agar lebih bermanfaat bagi masyarakat setelah aktivitas pertambangan dilakukan.
"Tambang merusak alam. Kami harus mengembalikan alam sebaik-baiknya untuk manfaat orang banyak," tuturnya, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, reklamasi dilakukan secara bertahap di lahan seluas sekitar 22 hektare. Saat ini hampir 80 persen area telah ditanami berbagai jenis tanaman buah seperti alpukat, durian, mangga, kelengkeng, sawo hingga tanaman lain untuk penghijauan dan sirkulasi lingkungan.
Menurutnya, konsep yang dikembangkan ke depan adalah agrowisata terpadu. Selain kebun buah, kawasan tersebut juga akan dilengkapi camping ground, glamping, arena offroad, kolam renang, peternakan kambing, hingga kafe sebagai gardu pandang di area perbukitan.
"Kami melakukan penanaman dulu baik kates, durian, mangga, kelengkeng, sawo, semua laham hampir 80 persen tertanam," sebutnya.
Menurutnya, reklamasi dilakukan secara bertahap sembari menunggu tanaman tumbuh. Reklamasi baru mencapai 30 persen dari total luas lahan dengan dibangunnya kafe dan jalur offroad.
Ditargetkan, kawasan tersebut bisa beroperasi secara penuh dua tahun ke depan.
Baca juga: Wisatawan Jangan Kaget Banyak Polisi Bersiaga di Objek Wisata Kebumen
Ke depan, pihaknya juga berencana menghadirkan panggung seni mingguan agar kawasan tersebut menjadi ruang wisata sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Ia berharap, pengembangan agrowisata tersebut nantinya tidak hanya memberi nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian warga sekitar dan mendukung pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Semarang.
"Prinsip hidup itu bukan dapat berapa, tapi sudah berbuat apa. Semoga ini bisa bermanfaat untuk orang banyak," tuturnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bekas-tambang-bawen-jadi-wisata.jpg)