Jumat, 15 Mei 2026

Berita Semarang

Damkar Semarang Punya Koleksi 5 Ular, Media Edukasi Selain Soal Kebakaran

Tim Pemadam Kebakaran Semarang tak hanya memberi edukasi soal penyelamatan terkait kebakaran tetapi juga bahaya ular. Mereka punya koleksi lima ular.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
KOLEKSI ULAR - Ular corn snake dipelihara di Mako Damkar Semarang, Jalan Madukoro Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). Ular hasil rescue itu menjadi koleksi Damkar Semarang sekaligus media edukasi bagi warga. 
Ringkasan Berita:
  • Lima ular menjadi koleksi Damkar Semarang, satu di antaranya ular berbisa.
  • Ular-ular itu diselamatkan dari permukiman warga.
  • Ular-ular tersebut tak sekadar menjadi koleksi tetapi juga media edukasi kepada masyarakat selain terkait penyelamatan dari kebakaran.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Lima ular berbagai jenis turut menghuni ruangan di Markas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang di Jalan Madukoro Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ular hasil rescue dari permukiman warga itu tak sekadar koleksi tetapi kini digunakan untuk media edukasi, selain terkait penyelamatan dari kebakaran.

Ular-ular itu ditempatkan di boks yang masing-masing telah dilabeli nama.

Koleksi ular yang ada di antaranya ball python, corn snake, albolabris, hingga python bivittatus.

Analis Kebakaran Ahli Pertama, R Kelvin Adirahmat Putera mengatakan, koleksi ular di Damkar didominasi jenis yang aman untuk dipegang.

"Ya, kalau koleksi ular di Damkar yang jelas ular-ular yang bisa di-handle atau bisa dikatakan yang jinak."

"Kami ada beberapa koleksi. Yang pertama ada ball python, itu ada tiga ekor. Terus ada corn snake atau ular jagung ada satu ekor, dan satu albolabris," ujarnya di Mako Damkar Semarang, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Tertimpa Patung Roboh di Museum Ranggawarsita Semarang, Siswa Kelas 2 SD Asal Bergas Meninggal

Dari seluruh koleksi, ball python menjadi satu di antara ular yang paling menarik perhatian.

Selain memiliki warna mencolok, ular asal Afrika itu juga memiliki nilai jual cukup tinggi.

"Kalau yang unik dari warna itu corn snake karena warnanya menyala sekali. Oranye."

"Terus, ada satu lagi, ball python. Dia juga coraknya berbeda. Jadi itu untuk range harga juga cukup mahal," katanya.

Ular corn snake berasal dari Amerika Serikat dan ditemukan warga, sebelum akhirnya diamankan petugas Damkar.

"Mungkin dia lepas atau gimana, akhirnya warga melihat, kok ularnya menarik coraknya, menyala oranye gitu kan. Dipikir berbisa, ya dipukul pada saat itu."

"Lalu teman-teman rescue berhasil menyelamatkannya. Akhirnya kami rawat di sini," ujarnya.

Menurut Kelvin, harga ball python bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor, sementara corn snake sekitar Rp2 juta.

Media Edukasi

EDUKASI - Ular ball python dipelihara di Mako Damkar Semarang, Jalan Madukoro Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). Ular hasil rescue itu menjadi koleksi Damkar Semarang sekaligus media edukasi bagi warga.
EDUKASI - Ular ball python dipelihara di Mako Damkar Semarang, Jalan Madukoro Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). Ular hasil rescue itu menjadi koleksi Damkar Semarang sekaligus media edukasi bagi warga. (Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah)

Selain ball python dan corn snake, Damkar juga memiliki satu ekor python bivittatus hasil rescue. 

Namun, berbeda dengan ular lain, piton tersebut masih liar dan belum bisa dipegang langsung.

"Dia masih galak. Jadi memang bukan untuk di-handle, tapi kami berusaha untuk terus mem-bondingkan dia supaya bisa di-handle. Karena memang karakternya dia ular liar kan," kata Kelvin.

Python bivittatus disebut sebagai salah satu ular yang dilindungi sehingga perawatannya dilakukan lebih serius oleh petugas.

"Python bivittatus itu dia termasuk hewan atau ular yang dilindungi, makanya kami keep."

"Kami usahakan terus untuk menjaga kesehatannya, untuk menjaga makannya juga, kami juga usahakan untuk bisa bonding," ujarnya.

Baca juga: Detik-detik Truk Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Sopir: Melorot saat Oper ke Gigi Satu

Tak hanya ular jinak, Damkar juga menyimpan satu ular berbisa yang dikenal masyarakat sebagai ular hijau berekor merah bernama Albolabris.

Ular tersebut tidak diperbolehkan dipegang karena berbisa dan berbahaya.

Meski menjadi koleksi unik di markas Damkar, keberadaan ular-ular tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan satwa kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah, agar lebih memahami perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa.

"Jadi, ini untuk kami edukasi ke adik-adik TK atau ke teman-teman yang mau lihat, ini loh contoh ular yang berbisa dan jangan dipegang," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved