Berita Semarang
UIN Walisongo Warning Oknum Dosen 'Chat Cabul': Sanksi Terberat Adalah Pemecatan
Satgas PPKS UIN Walisongo tegaskan oknum dosen terduga pelaku pelecehan seksual terancam sanksi pemecatan karena masuk kategori pelanggaran berat.
Ringkasan Berita:
- Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual kepada mahasiswinya terancam sanksi dipecat.
- Sanksi tersebut diberikan apabila dosen tersebut terbuka melakukan kekerasan seksual seperti yang ramai di media sosial baru-baru ini.
- Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim, mengatakan bahwa seorang dosen mempunyai kode etik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswinya kini berada di ujung tanduk.
Pihak kampus menegaskan bahwa sanksi pemecatan menanti jika hasil investigasi membuktikan terjadinya pelanggaran kode etik kategori berat tersebut.
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim, menyatakan bahwa segala bentuk tindakan pengajar yang melanggar norma kesusilaan telah diatur secara ketat dalam kode etik dosen.
Menurutnya, kekerasan seksual bukanlah perkara ringan dalam lingkungan akademik.
"Ketentuan kode etik itu sudah mengatur bentuk-bentuk pelanggaran dan sanksinya. Jika masuk kategori ringan, mungkin surat peringatan. Namun, kekerasan seksual yang dilakukan oleh pengajar masuk dalam kategori berat. Kategori berat bisa dipecat," tegas Nur Hasyim saat ditemui di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Jumat (8/5/2026).
Momentum Pembenahan Kampus
Nur Hasyim menambahkan, penanganan kasus ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Pihaknya memastikan proses akan berjalan objektif dan transparan.
"Ini menjadi momentum bagi kampus untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas," imbuhnya.
Baca juga: Dosen Bergitar UIN Walisongo Diduga Kirim Chat Cabul ke Mahasiswi, PSGA Janji Kawal Kasus
Investigasi Intensif Tim PSGA
Secara pararel, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Kurnia Muhajarah, menjelaskan bahwa tim investigasi saat ini tengah bekerja intensif mendalami laporan yang beredar luas di media sosial. Fokus utama tim adalah mengumpulkan bukti-bukti dan menyusun kronologi kejadian secara akurat.
“Kami sedang intensif melakukan investigasi terkait laporan dari medsos. Hasilnya nanti akan kami tuliskan secara kronologis beserta rekomendasi untuk dilaporkan kepada pimpinan kampus sebagai bahan pertimbangan langkah etik maupun hukum,” jelas Kurnia.
Awal Mula Kasus
Keresahan ini bermula ketika akun Instagram @pesan_uinws mengunggah tangkapan layar percakapan vulgar yang diduga dikirimkan oleh seorang oknum dosen—yang dijuluki mahasiswa sebagai "Bapak Bergitar"—kepada korban.
Unggahan tersebut memicu gelombang desakan dari mahasiswa dan warganet agar pihak birokrasi tidak tinggal diam terhadap perilaku predatoris di lingkungan kampus. (dafi/kps)
| Bidik Podium Buriram, Pebalap Astra Honda Siap Kibarkan Merah Putih di ARRC Thailand 2026 |
|
|---|
| Inisiator Demo Pati Ahmad Husein Dipukul Orang Tak Dikenal saat Beli Satai, Hidung Berdarah |
|
|---|
| Disetujui DPRD Banyumas, Dukha Jelaskan Tujuan Raperda Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial |
|
|---|
| Pati Bakal Punya Pabrik Baru di Margorejo, Warga Berharap Dapat Prioritas Jadi Tenaga Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260508-chat-cabul.jpg)