Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Grogoban

Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Kesaksian Dara: Tertutup Kabut

Malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar. 

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/M Iqbal Shukri
BERI KESAKSIAN - Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, saat ditemui, Jumat (1/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, berada di mobil ketiga bersama neneknya dalam rombongan pengantar calon jemaah haji. 
  • Dia tak pernah menyangka perjalanan penuh harap itu akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
  • Kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas. Saat mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan. 
  • Tidak ada yang menyadari bahwa di depan mereka, maut baru saja terjadi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN — Perjalanan yang seharusnya penuh haru dan doa berubah menjadi duka mendalam di Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026).

Hal itu usai, mobil Avanza tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi di perlintasan kereta di Desa Sidorejo - Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, sekitar pukul 02.52 WIB.

Mobil itu membawa sembilan orang penumpang, bagian dari iring-iringan keluarga yang mengantar jemaah haji Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo, menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk keberangkatan ibadah haji.

Malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar. 

Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, berada di mobil ketiga bersama neneknya. 

Dia tak pernah menyangka perjalanan penuh harap itu akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.

Baca juga: Daftar Nama-nama Korban Tewas dan Terluka Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs Avanza di Grobogan

"Awalnya kami berangkat beriringan. Kakek saya di mobil pertama paling depan, lalu mobil kedua yang akhirnya kecelakaan, saya di mobil ketiga, dan di belakang masih ada mobil keempat serta dua bus keluarga di belakangnya lagi," terangnya, kepada Tribunjateng.com.

Kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas. Saat mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan. 

"Kami kira itu anak-anak muda yang minta uang, jadi bapak tetap jalan melintas rel," ujarnya.

Tidak ada yang menyadari bahwa di depan mereka, maut baru saja terjadi.

Kabar kecelakaan baru diterima setelah mobil mereka melaju cukup jauh. 

Mendengar kabar tersebut, sang ayah langsung menepi. Suasana di dalam mobil berubah seketika.

Baca juga: Mobil Pengantar Calon Haji Ditabrak KA Argo Bromo Angrek di Grobogan: Alami Mati Mesin di Tengah Rel

"Semua langsung syok. Nggak bisa nangis, nggak bisa ngomong. Kayak sudah pasrah saja, sudah lemes mas," terangnya.

Namun di tengah guncangan batin, mereka tetap melanjutkan perjalanan. Waktu keberangkatan haji tak bisa ditunda, dan nenek Dara adalah salah satu calon jemaah yang harus segera tiba di pendopo.

Setelah mengantar, Dara bersama ayahnya menuju rumah sakit untuk menjenguk kerabat yang menjadi korban selamat. 

"Tante saya jadi korban kecelakaan dan dirawat di rumah sakit umum, saya jenguk dengan bapak."

"Ponakan saya jadi korban juga meninggal dunia, saya ikut ke pemakaman," ujarnya.

Sebelum tragedi ini terjadi, Dara mengaku sempat merasakan firasat yang tak biasa. 

Beberapa hari sebelum kejadian, saat berada di pondok pesantren, dirinya kerap merasa gelisah tanpa sebab.

"Saya sering ingin nangis terus, tapi nggak tahu kenapa," ujarnya.

Dara berharap kerabat yang saat ini masih dirawat bisa sembuh kembali, untuk kerabat yang meninggal dunia bisa diterima di sisi-Nya.

"Semoga Husnul Khatimah diberikan surganya Allah, yang kritis Tante saya semoga segera sehat," tuturnya sembari menghela nafas, menahan air matanya agar tidak tumpah.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved