Berita Batang
Heroik! Polisi Batang Selamatkan Wanita yang Nyaris Tertabrak Kereta Usai Cekcok dengan Pacar
Aksi sigap Polsek Batang selamatkan WNS (28) yang nekat di rel kereta usai cekcok dengan pacar. Korban dievakuasi tepat sebelum kereta melintas.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Di tengah deru waktu yang terus berjalan, aksi sigap anggota Polsek Batang Kota berhasil menyelamatkan seorang perempuan yang nyaris mengakhiri hidupnya di lintasan kereta, Senin (13/4/2026) sore. .
- Peristiwa itu bermula sekiranya pukul 15.00 WIB, ketika petugas jaga menerima laporan dari penjaga palang pintu rel di depan GOR Batang.
- Dalam laporan tersebut, terlihat sepasang muda-mudi terlibat pertengkaran di atas rel kereta sebuah situasi yang langsung memicu kekhawatiran akan potensi bahaya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Aksi heroik anggota Polsek Batang Kota berhasil menggagalkan upaya percobaan bunuh diri seorang perempuan di perlintasan kereta api kawasan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (13/4/2026).
Petugas berhasil menarik korban dari lintasan hanya beberapa detik sebelum kereta api meluncur di lokasi tersebut.
Peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Bermula dari laporan penjaga palang pintu rel di depan GOR Batang yang melihat sepasang muda-mudi tengah terlibat pertengkaran hebat di atas rel kereta api.
Kapolres Batang, AKBP Veronica, mengonfirmasi bahwa anggotanya langsung bergerak cepat ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Keputusan tersebut terbukti krusial dalam menyelamatkan nyawa korban.
“Anggota kami menunjukkan kepekaan dan keberanian dalam situasi yang sangat krusial. Ini bukan hanya soal tugas, tapi bentuk kepedulian terhadap keselamatan jiwa,” ujar AKBP Veronica kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Tak Hanya dengan Rusia, Banyumas juga Jajaki Investasi dengan Selangor Terkait Pengolahan Sampah
Korban diketahui berinisial WNS (28), seorang buruh asal Pekalongan Barat. Berdasarkan pemeriksaan awal, WNS nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekanan mental yang hebat.
Ia terlibat cekcok dengan kekasihnya, RJS, terkait desakan keluarga untuk segera menikah, sementara kondisi ekonomi mereka belum stabil.
Diduga karena Tekanan Ekonomi
Kondisi emosional yang tidak terkendali di tengah tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu utama WNS mencoba mengakhiri hidupnya di jalur kereta api yang aktif.
Setelah berhasil dievakuasi, keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Batang Kota untuk mendapatkan pendampingan psikologis dan pembinaan. Polisi juga memanggil pihak keluarga agar memberikan dukungan moral lebih mendalam guna mencegah kejadian serupa terulang.
AKBP Veronica menegaskan pentingnya kepekaan lingkungan terhadap tanda-tanda depresi pada orang terdekat. Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan perilaku yang mengarah pada tindakan fatal.
“Jangan abaikan tanda-tanda depresi. Kepekaan keluarga sangat dibutuhkan karena tekanan hidup yang kian kompleks. Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan situasi darurat seperti ini,” tegasnya. (Ito)
Baca juga: Breaking News - Andri Ramawi Mendadak Mundur dari PSIS Semarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-kapolsek.jpg)