Selasa, 21 April 2026

Berita Jateng

Biadab Ricuh Orkes Dangdut di Demak, Anak-anak Jadi Korban Lemparan Batu

Viral di media sosial, seorang anak digendong polisi usai terkena lemparan batu dalam kericuhan acara orkes musik

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
TANGKAP LAYAR - Video viral di jejaring media sosial seorang anak menjadi korban pelemparan batu pada orkes dangdut di Demak 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK — Viral di media sosial, seorang anak digendong polisi usai terkena lemparan batu dalam kericuhan acara orkes musik di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, diketahui kejadian tersebut pada Senin (23/3/2026). 


Pada video viral tersebut menunjukan seorang anak yang digendong polisi, pada bagian kepala anak terlihat berdarah usai terkena lemparan batu.


Aksi tersebut viral di media sosial dan menjadi bahan penyelidikan aparat.


Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Demak, Said Nu’man Murod, mengatakan pihaknya tengah mengidentifikasi pelaku dari sejumlah rekaman video yang beredar luas.


“Petugas masih memburu pelaku pelemparan batu dengan mendalami beberapa video yang menjadi bahan penyelidikan,” ujarnya, dikonfirmasi Tribun Jateng, Jumat (27/3/2026).


Kericuhan terjadi saat hiburan masyarakat berupa orkes musik Romansa berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. 


Situasi memanas setelah sekelompok pemuda dari luar daerah datang dan diduga memprovokasi warga setempat.


Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Linmas sempat membubarkan massa hingga ke arah Jembatan Kapiro.


Namun saat proses itu, terjadi aksi saling lempar batu yang membahayakan warga sekitar.


Dua warga yang melintas di lokasi turut menjadi korban. 


Keduanya mengalami luka akibat lemparan batu dan langsung dievakuasi petugas ke Puskesmas Gajah 2 untuk mendapatkan perawatan medis.


Korban diketahui bernama Nadila Ardiatus Siva (18) dan Muhammad Nauval (8), warga Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Keduanya mengalami luka lecet di bagian kepala.


Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan, termasuk menelusuri identitas kelompok pemuda yang terlibat dalam kericuhan tersebut.


Kasus ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, dengan sejumlah video memperlihatkan detik-detik bentrokan dan aksi pelemparan batu. (Rad)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved