Minggu, 12 April 2026

MUDIK 2026

Beda dari Prediksi, Puncak Arus Mudik di Jalur Tengah Semarang Justru Terasa Kamis Malam

Volume kendaraan di jalur arteri Semarang-Surakarta meningkat signifikan pada Kamis (19/3/2026) malam. Pemudik pilih jalur nontol

Penulis: budi susanto | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/budi susanto
MULAI PADAT – Arus pemudik terus mengalir di Jalan Semarang–Surakarta, tepatnya di kawasan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (19/3/2026) malam. Ruas non-tol ini menjadi jalur favorit pemudik menuju Solo Raya, dengan lalu lintas yang terpantau semakin padat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Gelombang pemudik yang melintasi jalur arteri Kota Semarang menunjukkan peningkatan signifikan pada Kamis (19/3/2026) malam. Pantauan di sepanjang Jalan Semarang–Surakarta kawasan Tembalang hingga pukul 22.30 WIB, deru kendaraan dari arah barat (Jakarta/Jawa Barat) terus mengalir tanpa henti.

Berbeda dengan situasi di jalur tol yang terpantau terkendali, jalur nontol justru menjadi tumpuan bagi pemudik motor dan mobil pribadi. Lampu-lampu kendaraan membentuk garis panjang yang menandai pergerakan masif warga menuju arah Solo dan sekitarnya.

Warga sekitar, Triono, menyebut volume kendaraan malam ini jauh lebih padat dibandingkan hari sebelumnya. Ia menduga puncak arus mudik di jalur arteri justru terjadi pada Kamis malam, berbeda dengan prediksi umum yang banyak bertumpu pada data jalan tol.

“Lebih ramai malam ini, mungkin puncaknya sekarang. Sepertinya perhitungan pemerintah lebih fokus ke tol, padahal Jalan Semarang–Surakarta ini rute utama yang sangat padat pemudik,” ujar Triono saat ditemui di lokasi, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Pusat Kota Wonosobo Mulai Padat Jelang Lebaran, Polisi Terjunkan Tim URC Urai Kemacetan Pasar Induk

Pemudik Pilih Berangkat Pagi

Meski volume kendaraan meningkat tajam, arus lalu lintas di sejumlah titik kunci seperti Simpang Kalibanteng hingga Tembalang terpantau masih relatif lancar tanpa kemacetan panjang. Banyak pemudik terlihat memanfaatkan bahu jalan dan area parkir minimarket untuk beristirahat sejenak.

Zaenal Rahman, salah satu pemudik asal Tangerang tujuan Solo, mengaku sengaja memilih berangkat pada Kamis pagi untuk menghindari kelelahan akibat persiapan yang mepet.

“Kalau berangkat Rabu malam terlalu terburu-buru persiapannya, jadi saya pilih Kamis pagi dari Tangerang. Kondisi jalan sejauh ini padat tapi tetap mengalir,” ungkap Zaenal.

Sementara itu, di Gerbang Tol Jatingaleh, arus kendaraan dari arah Jakarta masih mendominasi pergerakan masuk ke Kota Semarang.

Sebaliknya, arus dari arah timur menuju barat terpantau lengang menyusul pemberlakuan normalisasi di ruas Tol Trans Jawa. Pihak kepolisian mengimbau pemudik di jalur arteri untuk tetap waspada terhadap titik lelah, terutama saat melintasi tanjakan di kawasan perbatasan Semarang-Ungaran. (bud)

Baca juga: Stasiun di Wilayah Daop 5 Purwokerto Diserbu Pemudik, Kedatangan Tembus 34 Ribu Orang dalam Sehari

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved