Senin, 13 April 2026

Berita Wonosobo

Antisipasi Macet Parah Dieng, Polres Wonosobo Tambah Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Pemkab dan Polres Wonosobo tambah pos pengamanan menjadi 7 titik untuk antisipasi macet Mudik Lebaran 2026 dan lonjakan wisata Dieng.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Imah Masitoh
CEK KESIAPAN - Bupati Wonosobo mengecek kesiapakan pemangaman selama mudik di jalur Dieng, Kamis (12/3/2026) sore. Sebelumnya apel pasukan digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan wisata selama perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Wonosobo. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama kepolisian dan TNI meningkatkan kesiapan pengamanan arus mudik dan wisata saat Lebaran 2026.
  • Pengamanan ini dilakukan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
  • Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan lonjakan pengunjung ke Dieng diperkirakan kembali terjadi pada musim mudik Lebaran tahun ini.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Kepolisian Resor (Polres) Wonosobo resmi menambah jumlah pos pengamanan menjadi tujuh titik untuk mengantisipasi ledakan arus kendaraan pada Mudik Lebaran 2026.

Penambahan ini difokuskan pada titik rawan macet baru dan jalur sempit menuju kawasan wisata Dieng yang kerap lumpuh akibat parkir liar wisatawan.

Peningkatan infrastruktur pengamanan ini menandai dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

"Tahun lalu kita siagakan lima pos, kali ini bertambah menjadi tujuh pos. Langkah ini diambil setelah kami memetakan adanya potensi lonjakan arus di jalur-jalur baru yang sebelumnya luput dari pantauan ketat," ujar Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan usai Apel Gelar Pasukan di Mapolres Wonosobo, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Polres Wonosobo Siagakan 7 Pos Strategis Antisipasi Puncak Arus Mudik dan Festival Balon 2026

Fokus pada Jalur Wisata dan Parkir Liar

Dua titik tambahan yang menjadi sorotan utama tahun ini adalah kawasan Garung dan Menjer. 

Selain itu, jalur Kertek tetap menjadi prioritas penguatan personel karena merupakan pintu masuk utama arus mudik ke wilayah Wonosobo.

AKBP Kasim menyoroti perilaku wisatawan di jalur Dieng yang kerap menjadi pemicu kemacetan panjang.

Menurutnya, jalur menuju dataran tinggi tersebut memiliki fungsi ganda sebagai akses warga dan jalur wisata, namun terkendala oleh lebar jalan yang terbatas.

"Kemacetan sering terjadi karena masyarakat berhenti dan parkir sembarangan hanya untuk swafoto (selfie). Tahun ini, petugas akan kami terjunkan lebih awal di titik-titik tersebut untuk menghalau kendaraan yang berhenti tidak pada tempatnya," tegasnya.

Baca juga: Operasi Pekat Candi 2026: Polres Wonosobo Gulung Tiga Pengedar Sabu di Lokasi Berbeda

Sinergi Personel dan Kehadiran Negara

Sebanyak 394 personel Polri diterjunkan dalam operasi ini, didukung penuh oleh kekuatan TNI dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Total kekuatan gabungan ini akan disebar untuk memastikan kelancaran arus balik maupun mudik di wilayah pegunungan tersebut.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menambahkan bahwa tingginya kunjungan ke Dieng—yang merupakan salah satu destinasi terpopuler di Jawa Tengah—menuntut kesiapsiagaan ekstra. Ia memandang pengamanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelayanan publik.

"Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memberikan perlindungan. Kami ingin memastikan perantau yang pulang ke Wonosobo merasa aman, dan wisatawan yang berkunjung ke Dieng bisa menikmati liburan tanpa terjebak macet total," kata Afif.

Pemkab Wonosobo juga mengimbau pemudik untuk melakukan pengecekan ekstra terhadap sistem pengereman kendaraan, mengingat kontur jalan di Wonosobo yang didominasi tanjakan ekstrem dan turunan tajam yang rawan kecelakaan. (ima)

Baca juga: PSIS Semarang Gilas Tim U-20 4-0, Coach Andri Ramawi Masih Temukan Celah di Lini Pertahanan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved