Minggu, 26 April 2026

Berita Jateng

18.101 Warga Jateng Kena PHK, Mayoritas Buruh Pabrik

sebanyak 10.632 orang yang dipecat dari grup Sritex terdiri dari empat perusahaan

Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/WAHYU NUR KHOLIK
Ilustrasi DEMO BURUH - Ratusan buruh Brebes menggelar demo menuntut UMK 2026 Rp3,5 juta di depan gedung KPT Brebes, Rabu (19/11/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 18.101 warga Jawa Tengah kena pecat.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini mayoritas dari sektor manufaktur. PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menjadi penyumbang terbesar kasus ini.


"Iya, di Jateng pada 2025 ada 18.101 pekerja kena PHK, mayoritas buruh Sritex yang mencapai 10.632 orang," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz kepada Tribun di kantornya, Jumat (9/1/2026).


Aziz merinci, sebanyak 10.632 orang yang dipecat dari grup Sritex terdiri dari empat perusahaan yaitu Sritex Sukoharjo sebanyak  8.475 orang, PT Prima Yuda Mandiri Jaya di Boyolali ada 956 orang,  PT Bitratex  di Semarang sebanyak 1.161 orang, dan PT Sinar Pancajaya Semarang ada 40 orang.


Pabrik yang banyak melakukan pemecatan terhadap buruh Para tahun 2025 dilakukan oleh pabrik pembuatan rambut dan bulu mata palsu yang ada di Purbalingga.

Dari wilayah itu, terdapat empat perusahaan melakukan PHK-nya lebih dari 100 orang.


"Pemecatan lainnya berasal dari berbagai sektor meliputi  sektor garmen, tekstil,  industri kertas, pembuatan tas, produksi olahan kayu, industri sepatu, olahraga, dan kesehatan," bebernya.

Baca juga: Skuad Komplet, PSIS Tak Gentar Bertandang ke PSS, Optimistis Dapat Curi Poin


Aziz menilai, pemecatan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi global yang memukul industri di daerah. Ekonomi global yang lesu berdampak pada anjloknya pemasaran produk.

Alhasil, perusahaan melakukan efisiensi. Penyebab berikutnya, perusahaan tidak bisa kulakan bahan baku yang mayoritas merupakan barang impor.


"Adapula perusahaan yang mengaku sempat kena dampak tarif Trump  (Presiden Amerika) tetapi hanya beberapa saja," ujarnya.


Untuk membantu para pekerja yang terkena PHK, Aziz berusaha membuka pelatihan kerja.

Ia juga mengaku, berusaha menyalurkan para pekerja ke perusahaan-perusahaan lainnya.


Meski terjadi pemecatan yang mencapai belasan ribu, ia mengklaim presentase Pengangguran Terbuka (TPT) di Jateng merosot.

Dari data lembaganya mencatat, TPT 2025 di angka 4,66 persen dari sebelumnya 4,78 persen pada tahun 2024. Angka itu masih di bawah angka TPT Nasional yakni  4,85.


"Artinya di Jateng  penyerapan industri investasi cukup masif dan penyerapan tenaga kerjanya cukup banyak. Ya, cukup banyak sehingga mengurangi pengangguran yang ada ini para pencari kerja," tuturnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved