Berita Jateng
Rekor Tertinggi Harga Emas Antam, Investor Tetap Beli
Tingginya harga emas yang menembus level tertinggi tak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tingginya harga emas yang menembus level tertinggi tak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia.
Pantauan Tribun Jateng di Butik Antam Semarang, Selasa (23/12/2025), sejak pukul 10.00, para pembeli tampak mengantre di depan butik sambil menunggu giliran dipanggil.
Antrean tersebut diperoleh terlebih dahulu melalui sistem daring di situs resmi Antam. Setelah mendapatkan nomor antrean secara online, pembeli kemudian datang langsung ke butik untuk mengambil fisik emas.
Adapun harga emas logam mulia antam kembali mengalami kenaikan. Kenaikan hari ini terbilang drastis dan menjadi catatan sejarah emas antam tertinggi yang dibanderol Rp 2.561.000/gram. Angka tersebut naik Rp 59.000 dari harga sebelumnya.
Sementara, harga buyback emas antam hari ini juga mencatatkan sejarah baru menembus Rp 2.420.000/gram. Naik Rp 59.000 dari harga kemarin.
Meski harga emas berada di puncak tertinggi, minat pembeli justru tetap tinggi. Sejumlah investor mengaku tetap memborong emas karena memandang logam mulia sebagai instrumen investasi yang aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi ini membuat aktivitas di butik tetap ramai dengan keluar-masuk pembeli yang silih berganti.
Baca juga: UMK Purbalingga Disepakati, Naik 5,8 Persen
Seorang pembeli, Fasya Maulidiya mengaku, rela untuk berburu nomor antrean di website demi bisa membeli logam mulia.
Menurutnya, keputusan berinvestasi emas dilakukan atas inisiatif sendiri untuk tujuan jangka panjang.
"Tadi datang sekira jam 10.00, coba war (berburu) antrean di web, eh dapat," ungkap Fasya, saat menunggu antrean.
Fasya mengatakan, hari ini logam mulia memang mencapai puncak harga yang tertinggi. Namun, dirinya tak memandang dari segi harga. Pasalnya, beli kapanpun harga emas cenderung mengalami kenaikan.
Meskipun berpotensi turun, dia menilai, penurunan tidak signifikan.
"Jadi, kalau punya uang dan punya waktu ya berangkat, nggak memandang saat ini lagi mahal-mahalnya atau lagi turun," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Faradifa, pembeli lainnya yang juga tengah mengantre. Meski proses untuk mendapatkan logam mulia tak mudah, hal itu tidak menyurutkan minatnya untuk berinvestasi.
Ia menilai logam mulia tetap menjanjikan keuntungan saat dijual kembali.
"Sekarang memang susah banget mau beli, harus war antrean dulu. Tapi, aku tetap mencoba berjuang dapat antrean karena aku berpikirnya emas harga jualnya tinggi, selama ini trennya terus naik. Kemungkinan turun sangat kecil," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/emas-antam-logam-mulia.jpg)