Berita Jateng
Niat Mengamankan, Petugas Damkar Pekalongan Digigit Ular Sanca 7 Meter
Korban mengalami luka robek parah pada lengan kanan, akibat gigitan saat berusaha mengamankan ular tersebut.
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN- Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan, Khairuddin, harus dilarikan ke RSUD Kajen dan menjalani operasi setelah digigit ular sanca sepanjang sekitar 7 meter pada Kamis (27/11/2025).
Korban mengalami luka robek parah pada lengan kanan, akibat gigitan saat berusaha mengamankan ular tersebut.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, membenarkan insiden tersebut.
"Tadi pagi ada petugas yang digigit ular hasil tangkapan sebelumnya. Korban sudah dibawa ke RSUD Kajen, dan langsung ditangani,' ujarnya.
Sementara itu, Kasubag TU Damkar Kabupaten Pekalongan, Mukhtasar, menjelaskan bahwa ular sanca itu sebelumnya dievakuasi dari kandang ayam di Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen.
Ular kemudian dibawa ke Kantor Damkar setempat untuk diamankan.
"Pagi tadi, petugas bernama Khairuddin mencoba melakban mulut ular agar lebih aman. Saat proses itulah, ular menggigit tangan kanannya," terangnya.
Gigitan ular menyebabkan luka sobek ditangannya dengan pembengkakan hebat di lengan bawah. Khairuddin langsung dibawa ke RSUD Kajen untuk mendapatkan tindakan medis.
"Sore tadi, alhamdulilah Udin sudah selesai operasi dan kondisinya berangsur membaik," kata Mukhtasar.
Menurut Mukhtasar, Khairuddin dikenal sebagai salah satu petugas terbaik dalam menangani evakuasi ular.
Pihaknya berharap, pelayanan tetap optimal meski satu personel harus menjalani pemulihan.
"Kami sejak bulan Januari hingga November 2025, terdapat 58 laporan evakuasi ular dan 109 laporan evakuasi sarang tawon."
"Hari ini saja ada tiga laporan evakuasi ular di Polsek Kajen, SMA PGRI, dan Perumahan Pesona Griya Karanganyar," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Kebumen Terbaik Kedua Nasional dalam Pemutakhiran Pendataan Keluarga
Ia menambahkan, bahwa musim penghujan membuat ular lebih sering masuk ke pemukiman. Jenis yang paling sering dilaporkan antara lain ular koros, sanca, cobra, dan weling.
"Semua layanan evakuasi oleh Damkar gratis. Masyarakat tidak dipungut biaya apa pun," tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kajen dr Imam Prasetyo membenarkan kondisi tersebut.
Ia menyebut, korban masuk ke rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB dengan luka serius akibat gigitan ular phyton berukuran besar.
"Pasien sudah keluar dari kamar operasi pukul 15.00 WIB dan dirawat di bangsal," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, tampak luka gigitan dan robek sekitar 17 titik di lengan kanan bawah.
"Bengkak hingga pertengahan lengan bawah. Perdarahan di luka aktif," imbuhnya.
Dr Imam menambahkan, tindakan yang dilakukan yaitu debridement atau mengangkat jaringan yang rusak atau mati untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah infeksi lebih lanjut, di di IBS (Instalasi Bedah Sentral).
"Jadi, tindakan debridement di IBS adalah prosedur bedah untuk membersihkan dan mengangkat jaringan yang tidak sehat untuk membantu proses penyembuhan," tambahnya. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ular-piton-3-meter-gegerkan-warga-bulu-jepara-rabu-372024.jpg)