Berita Banyumas
1.872 Petugas Sensus Diterjunkan dalam Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha dan Ekonomi Digital
Sebanyak 1.872 petugas sensus diterjunkan untuk melakukan sensus ekonomi di Banyumas. Mereka menyasar pelaku usaha, terutama pelaku ekonomi digital.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.872 petugas sensus diterjunkan di Banyumas untuk melakukan sensus ekonomi 2026.
- Selama 2,5 bulan mereka akan terjun melakukan pendataan kepada warga di lebih dari 11 ribu RT.
- Sasaran sensus ekonomi tahun ini terutama para pelaku ekonomi digital.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebanyak 1.872 petugas sensus bakal terjun ke lapangan, menyisir lebih dari 11 ribu RT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Selama dua setengah bulan ke depan, mereka akan mendata berbagai aktivitas usaha masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor perdagangan, jasa, hingga aktivitas ekonomi digital yang selama ini kerap luput dari pendataan.
Penugasan mereka melakukan sensus ekonomi ini diawali dengan Apel Besar Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di GOR Satria Purwokerto, Senin (15/6/2026).
Apel dipimpin langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pencanangan atau Kick Off Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Banyumas.
Sadewo menegaskan, sensus ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian Indonesia.
Baca juga: Bupati Banyumas Tolak Perintah Pusat Bikin Pembangkit Listrik dari Sampah: Biaya Mahal
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan di masa mendatang.
"Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan investasi, perencanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga evaluasi berbagai program pemerintah," ujar Sadewo lewat keterangan tertulisnya.
Ia mengatakan, di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, data telah menjadi aset yang sangat berharga.
Karena itu, setiap kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus ditopang data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Oleh karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat," katanya.
Pendataan sendiri akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi usaha di seluruh sektor ekonomi sekaligus memperbarui data sosial ekonomi keluarga.
Sadewo menjelaskan, hasil sensus ekonomi ini akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Hasil sensus ini nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembangunan, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," jelasnya.
Di hadapan seluruh petugas lapangan yang mengikuti apel, Sadewo berpesan agar seluruh proses pendataan dilakukan secara profesional dan menjunjung tinggi integritas.
Ia meminta para petugas membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjaga kerahasiaan data yang diperoleh selama pelaksanaan sensus.
"Laksanakan pendataan dengan santun, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta jaga kerahasiaan data yang diperoleh sesuai ketentuan yang berlaku."
"Jadilah duta statistik yang mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya data bagi pembangunan bangsa," ucapnya.
Tak hanya kepada petugas, Bupati Banyumas juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Mulai dari pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan memberikan dukungan dengan menyampaikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
"Berikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan."
"Karena data yang berkualitas hari ini akan melahirkan kebijakan yang lebih tepat dan pembangunan yang lebih baik di masa depan," tutur Sadewo.
Gunakan Basis RT
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, Moh Fatichuddin mengungkapkan, skala pelaksanaan sensus tahun ini cukup besar.
Sebanyak 1.872 petugas diterjunkan untuk menjangkau lebih dari 11.000 RT yang tersebar di seluruh wilayah Banyumas.
Baca juga: UMKM di Lokawisata Baturraden Banyumas Sambat, Pembeli Menurun padahal Wisatawan yang Datang Banyak
Menurutnya, satuan kerja pendataan kali ini menggunakan basis RT sehingga cakupan wilayah kerja petugas menjadi lebih terukur.
"Jumlah petugas 1.872 mencakup 11.000 lebih RT yang ada di Banyumas."
"Jadi, satuannya adalah satuan RT, kurang lebih satu petugas menangani sekitar 7 hingga 8 RT, ekuivalen dengan kurang lebih 300 KK," ungkap Fatichuddin.
Sasar Pelaku Ekonomi Digital
Selain mendata aktivitas ekonomi konvensional, BPS Banyumas juga menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh di masyarakat.
Fatichuddin mengatakan, sektor ekonomi digital sering kali tidak terlihat secara langsung oleh petugas di lapangan karena aktivitasnya banyak berlangsung melalui platform digital dan media daring.
Karena itu, masyarakat yang menjalankan usaha berbasis digital diminta secara aktif menyampaikan informasi kepada petugas sensus saat pendataan berlangsung.
"Untuk Sensus Ekonomi 2026 ini kita mencoba menggali sektor industri digital."
"Kami berharap pada masyarakat apabila mereka melakukan kegiatan ekonomi digital, tolong diinformasikan juga."
"Karena sektor ekonomi digital cenderung bergerak di balik layar sehingga mungkin tidak terlihat secara langsung oleh para petugas," jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan petugas lapangan juga telah dimatangkan sebelum pelaksanaan sensus dimulai.
Salah satu petugas sensus ekonomi dari Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Rofii Muzaki mengaku telah mendapatkan berbagai pembekalan dan pelatihan teknis sebelum diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, para petugas telah dibekali materi terkait tata cara pendataan, pengolahan data, hingga etika dalam berinteraksi dengan masyarakat.
"Kami sudah dibekali pelatihan mengenai berbagai materi tata cara pengolahan data dan lain sebagainya."
"Kami siap terjun langsung ke masyarakat, menjadi petugas sensus yang santun, jujur dan bisa menjaga kerahasiaan data masyarakat Banyumas," ucap Rofii. (*)
| Bupati Banyumas Tolak Perintah Pusat Bikin Pembangkit Listrik dari Sampah: Biaya Mahal |
|
|---|
| 302 Pemanah Trandisional dari Jawa dan Madura Meriahkan Kompetisi Jemparingan Piala Bupati Banyumas |
|
|---|
| UMKM di Lokawisata Baturraden Banyumas Sambat, Pembeli Menurun padahal Wisatawan yang Datang Banyak |
|
|---|
| Mahasiswa Protes Rencana Pembangunan Batalyon Teritorial di Patikraja Banyumas |
|
|---|
| Mahasiswa Banyumas Raya Khawatir Ada Batalyon Teritorial, Militer Bisa Masuk Ranah Sipil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260615-apel-petugas-sensus-ekonomi-banyumas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.