Banyumas
Bangun Sekolah Pinggiran, Banyumas Pelopor Daftar SD Online se-Jateng
Bupati Banyumas Sadewo pimpin Hardiknas di Pendopo Si Panji, Sabtu (2/5/2026). Banyumas jadi pelopor SPMB Online tingkat SD di Jateng.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Pemkab Banyumas peringati Hardiknas di Pendopo Si Panji, Sabtu (2/5/2026).
- Banyumas jadi satu-satunya kabupaten di Jateng yang terapkan SPMB Online SD.
- Program ini diuji coba di wilayah eks Kotip Purwokerto dukung program Pasti Sekolah.
- Disdik kucurkan beasiswa dan bangun Unit Sekolah Baru seperti SMPN 10 Purwokerto.
- Pemkab sediakan bus sekolah gratis dan tarif khusus pelajar di Trans Banyumas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kabupaten Banyumas mencatatkan langkah berbeda dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Tak sekadar seremoni, momentum ini sekaligus menandai komitmen konkret daerah tersebut sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang menerapkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).
Terapkan Penerimaan Online
Baca juga: Banyumas Terapkan SPMB Online SD, Satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah
Komitmen itu ditegaskan secara langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat memimpin upacara Hardiknas di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, unsur Forkompimda, serta perwakilan pelajar dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan itu, Sadewo membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menekankan pentingnya penguatan fondasi "pendidikan bermutu untuk semua".
"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.
Fokus Pendidikan Bermutu
Ia menyebutkan, Kemendikdasmen telah mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, sebagai bagian utuh dari ekosistem pendidikan nasional.
Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai strategi utama peningkatan kualitas pendidikan. Untuk mendukung implementasi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang kini tengah dijalankan.
Langkah itu meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan literasi dan numerasi, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif.
"Kesempatan belajar harus terbuka bagi semua, termasuk mereka yang terkendala faktor ekonomi, domisili, hingga kondisi sosial. Itu diwujudkan melalui berbagai layanan seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga sekolah terbuka," jelasnya.
Tekan Angka Putus
Lebih jauh, Sadewo menegaskan bahwa penerapan SPMB Online SD di Banyumas akan didukung dengan penandatanganan pakta integritas agar proses penerimaan berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari diskriminasi.
"Tahun ini Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang melaksanakan SPMB Online tingkat SD, dengan pilot project di wilayah eks Kotip Purwokerto," ungkapnya bangga.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya masif menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mendukung program "Pasti Sekolah" yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Trilas Program Pemkab Banyumas.
"Setiap anak di Banyumas harus mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa terkecuali," tegas Bupati.
Perluas Akses Pinggiran
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma’ruf, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis.
Pada tahun 2025 lalu, program tersebut telah menjangkau ribuan peserta didik, dengan rincian 979 siswa SD, 1.473 siswa SMP, 300 siswa PAUD, serta 164 peserta pendidikan masyarakat (Dikmas) yang menerima bantuan beasiswa.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Banyumas telah merehabilitasi 66 gedung SD, 34 SMP, 1 PAUD, dan 3 Dikmas, serta berhasil membangun ruang kelas baru sebanyak 13 ruang SD, 9 SMP, dan 1 Dikmas.
Memasuki tahun 2026, penguatan ini dilakukan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), khususnya di wilayah pinggiran seperti SMP Negeri 10 Purwokerto dan SMP Negeri 3 Cilongok.
Selain itu, layanan pendidikan alternatif seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan pendidikan kesetaraan juga terus diperluas. Pemkab Banyumas turut menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas untuk mendirikan 21 PKBM yang telah resmi diluncurkan pada April 2026.
Sediakan Bus Gratis
Tak hanya itu, dukungan terhadap mobilitas pendidikan juga diwujudkan secara nyata melalui penyediaan bus sekolah gratis bagi siswa dan guru, serta penerapan tarif khusus pelajar pada layanan transportasi Trans Banyumas.
Untuk kelompok rentan, pemerintah menargetkan pemberian beasiswa bagi 1.250 siswa SMP dan 1.000 siswa SD, serta memperkuat fasilitas pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Intervensi terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Risiko Putus Sekolah (ARPS) juga terus digencarkan. Hingga kini, proses monitoring telah dilakukan di 10 kecamatan dan ditargetkan akan rampung pada Mei 2026.
Di sisi lain, revitalisasi pendidikan terus berjalan mulus melalui pendanaan APBD maupun APBN, termasuk 30 sekolah yang masuk ke dalam program revitalisasi nasional. Penguatan kualitas pembelajaran juga dilakukan melalui penyediaan bahan ajar, laboratorium, perpustakaan, akses internet di sekolah, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Bahkan, bantuan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) dari Kemendikdasmen telah disalurkan secara bertahap ke berbagai satuan pendidikan di Banyumas.
Dengan berbagai langkah komprehensif tersebut, Pemkab Banyumas menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan pendidikan.
"Melalui Trilas Program Pasti Sekolah, kami akan terus memastikan akses, fasilitas, dan kualitas pendidikan dapat dirasakan seluruh anak di Banyumas," ungkap Amrin mengakhiri. (jti)
| Hindari Bawa Barang Berlebih, 56 Ribu Penumpang Padati Daop 5 Saat May Day |
|
|---|
| Tetap Menari Saat ke Toilet, Baltazar Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam |
|
|---|
| Makan Sambil Menari, Cici Asal Sumenep Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam |
|
|---|
| Kalahkan Beli Telur, Belanja Rokok Warga Banyumas Sentuh Peringkat Tiga |
|
|---|
| Diserahkan di Ruang Joko Kaiman, Kejari Pulihkan Uang Korupsi Pasar Satria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260502-upacara-hardiknas-banyumas.jpg)