Jumat, 12 Juni 2026

Berita Banyumas

Profil Andik Pegiarto, Eks Kepala Puskesmas yang Jadi Wakil Rakyat Banyumas

Pria yang dikenal dengan sifatnya yang grapyak itu, bukan tanpa alasan vokal dalam isu-isu kesehatan. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
ANGGOTA DPRD- Andik Pegiarto SKM, anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Fraksi Partai Golkar saat ditemui di pendopo rumahnya di Kelurahan Purwanegara, Kamis (11/6/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Andik Pegiarto SKM (64) merupakan anggota DPRD Kabupaten Banyumas di Komisi 4 yang sangat vokal dalam rapat-rapat dewan, terutama saat membahas isu-isu kesehatan.


Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut sudah menjabat dua periode ini, pada 2019- 2024 dan 2024- 2029.


Pria yang dikenal dengan sifatnya yang grapyak itu, bukan tanpa alasan vokal dalam isu-isu kesehatan. 


Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia politik, Andik merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bidang kesehatan di Pemerintah Kabupaten Banyumas. 


Dia memutuskan pensiun dini setelah mengabdikan diri selama 34 tahun di birokrasi pada tahun 2018.


Saat aktif di birokrasi, dia pernah menjadi Kepala Puskesmas Rawalo, Kepala Puskesmas Patikraja, hingga Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat.


"Karena saya awalnya pernah di dinas kesehatan, jadi punya harapan dan keinginan agar pelayanan kesehatan di Banyumas bisa merata," katanya kepada tribunbanyumas.com, Kamis (11/6/2026).


Andik mengungkapkan, dia bersyukur sejak awal menjadi anggota DPRD selalu mendapatkan posisi di Komisi 4 yang berhubungan dengan masyarakat. 


Dia fokus terhadap isu kesehatan, sosial, dan pendidikan. 

Baca juga: Hari Ini Ribuan Mahasiswa Akan Demo Serbu Jakarta, Tuntut Stop MBG


Sebagai contoh, dia bersama Komisi 4 mendorong perluasan pelayanan kesehatan yang dibuktikan dengan harus adanya dua Puskesmas di satu kecamatan. 


Termasuk dalam hak-hak masyarakat agar mendapatkan jaminan kesehatan nasional (JKN).


"Kemarin Komisi 4 mendorong agar masyarakat Kabupaten Banyumas bisa mengakses JKN menggunakan e-KTP.


Alhamdulillah bisa dilayani meskipun ada plus minusnya, insyaallah bulan Juli 2026 sudah clear semua," ungkapnya.


Andik mengatakan, saat ini dia dan Komisi 4 juga sedang fokus terhadap pendidikan dan sosial.


Dia mencatat, jumlah anak putus sekolah masih banyak, angkanya mencapai 15 ribu anak.


Ada beberapa program yang terintegrasi dengan pemerintah pusat yang harapannya menjadi solusi angka anak putus sekolah, seperti sekolah rakyat.


Kemudian dalam sosial, Komisi 4 juga sedang fokus membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. 


"Raperda tersebut harapannya bis menjadikan pemberian bantuan sosial ini menjadi tepat sasaran," jelasnya. 


Tak Ada Rencana ke Politik


Andik yang merupakan Sarjana Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas Diponegoro (Undip) bercerita, awalnya dia tidak memiliki keinginan atau angan-angan menjadi anggota DPRD. 


Menurutnya, jika bicara nyaman, maka lebih enak menjadi birokrasi.


Tetapi dia didorong oleh tokoh-tokoh masyarakat, seperti di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara.


Kemudian dukungan dari masyarakat di wilayah Patikraja. 


"Saat itu saya belum sepenuhnya yakin. Saya lalu berkomunikasi kepada Allah dengan umroh di tahun 2017. Setelah semua keluarga setuju, saya baru mantap," katanya. 


Menurut Andik, saat pencalonan di periode awal secara pendanaan dia pun banyak kekurangan. 


Tetapi dia bersyukur mendapatkan bantuan dari teman-teman yang mendukungnya.


Bahkan mereka membuatkan tabungan hingga terkumpul uang senilai Rp 219 juta, dari sebanyak 142 orang.


"Jadi teman-teman saya itu menabung untuk memberikan support. Pada saat jadi, saya akan kembalikan uangnya, mereka menolak," ungkapnya. 


Punya Prinsip Jangan Diam


Andik mengatakan, baginya jabatan sebagai anggota DPRD ini merupakan kesempatannya untuk bermanfaat dan membantu banyak orang.


Hal itu yang membuatnya menerima siapa saja yang ingin berkeluh kesah dan menyampaikan aspirasi. 


Tidak terbatas hanya orang-orang pendukung atau konstituennya saja.


"Saya punya prinsip, manakala ada persoalan atau hal-hal di masyarakat, masa saya gak bisa hanya diam saja. 


Saya harus memunculkan pendapat dan gagasan untuk menyampaikan aspirasi mereka," jelasnya. (fba)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved