Selasa, 9 Juni 2026

Berita Banjarnegara

Embun Upas Mulai Selimuti Dieng, Turis Senang Petani Mulai Ketakutan

Munculnya fenomena embun es atau embun upas di kawasan Dataran Tinggi Dieng mulai dirasakan para petani

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
EMBUN UPAS - Lahan kentang milik warga yang berada dekat dengan Kompleks Candi Arjuna Dieng, Selasa (9/6/2026) mulai menghadapi ancaman embun upas. Petani setempat meningkatkan kewaspadaan karena embun upas dapat merusak tanaman dan berpotensi menurunkan hasil panen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Munculnya fenomena embun es atau embun upas di kawasan Dataran Tinggi Dieng mulai dirasakan oleh para petani. 


Meski intensitasnya belum terlalu tinggi, kemunculan embun upas dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal awal datangnya musim dingin khas Dieng yang biasanya mencapai puncak pada Juli hingga Agustus.


Pantauan Tribunjateng.com pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, Kompleks Candi Arjuna tampak diselimuti butiran es halus yang menempel di rerumputan, dan sebagian lahan pertanian warga yang dekat area wisata tersebut. 


Suhu pagi hari ini terpantau sempat mencapai di titik 0 derajat Celsius hingga minus 1 derajat Celsius.


Saroji warga lokal Dieng yang telah lama berkecimpung di sektor pertanian kentang mengatakan, masyarakat setempat mulai meningkatkan kewaspadaan ketika suhu udara terus menurun.


Menurutnya, petani sudah memahami tanda-tanda alam yang mengindikasikan embun upas akan turun.


"Ya sudah mulai was-was karena embun upas sudah turun ya berharapnya si ngga begitu parah ya," kata Saroji.


Menurutnya, tanda paling mudah dikenali adalah kondisi langit yang cerah pada malam hari dengan banyak bintang terlihat. 


Selain itu, suhu udara dan air mulai terasa jauh lebih dingin dibanding biasanya.


"Biasanya langit cerah kelihatan bintang-bintang. Sore airnya sudah dingin banget, sudah sakit di kulit," ujarnya.


Sebagai langkah antisipasi, sebagian petani memilih menyiram tanaman sejak pagi buta ketika suhu mulai turun drastis. 


Cara tersebut dilakukan untuk mempercepat pencairan embun upas yang menempel pada daun tanaman.


Saroji menjelaskan, penyiraman bertujuan agar lapisan es tidak bertahan terlalu lama di permukaan daun.


"Ya biar menghilangkan embun upasnya itu. Biar cair," katanya.


Ia menambahkan, tanaman yang tertutup embun upas dalam waktu lama berisiko mengalami kerusakan serius.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved