Berita Banjarngera
Kades Hoho Alkaf Dipukul hingga Kacamata Pecah oleh Pendemo, Tetap Tolak Batalkan Seleksi Perangkat
Kades Purwasaba Hoho Alkaf dikeroyok massa usai demo penjaringan perangkat desa di Banjarnegara. Alami luka dan minta keadilan ke Mabes Polri.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa tersebut.
- Peristiwa itu terjadi saat Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah aksi demonstrasi yang diikuti ratusan anggota LSM.
- Dalam keterangannya melalui media sosial pribadinya @hoho_alkaff menyebut dirinya tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa saat hendak keluar dari lokasi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA – Aksi unjuk rasa ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026), berakhir tragis.
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang populer disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik.
Insiden ini dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.
Hoho diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi yang berlangsung memanas.
Detik-Detik Pengeroyokan
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, @hoho_alkaff, Hoho menceritakan momen mencekam saat dirinya dihujani pukulan dari berbagai arah sebelum sempat mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026).
Baca juga: Pengakuan Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kaca Mata Pecah hingga Baju Robek
Akibat serangan tersebut, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, dan atribut papan namanya terlepas akibat ditarik-tarik massa.
Ia menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan, sehingga momen pengeroyokan awal tidak terekam secara utuh.
Tolak Tekanan dan Lapor ke Propam
Hoho membeberkan bahwa pemicu demonstrasi adalah kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Massa menuntut proses seleksi diulang, namun Hoho bergeming karena merasa seluruh tahapan sudah sesuai regulasi yang berlaku.
"Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegasnya.
Kecewa dengan situasi tersebut, Hoho juga menyoroti kinerja aparat kepolisian di lokasi yang dinilainya kurang sigap memberikan perlindungan maksimal. Tak tanggung-tanggung, ia menyatakan akan mencari perlindungan hukum dan keadilan hingga ke Propam Mabes Polri.
Baca juga: Ironi Resolusi PBB: Iran Dituntut Berhenti Menyerang saat 1.300 Warganya Tewas Digempur AS-Israel
"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," pungkasnya.
Hingga saat ini, proses hukum terkait dugaan pengeroyokan tersebut tengah menjadi sorotan publik di Banjarnegara, mengingat sosok Hoho Alkaf merupakan salah satu kepala desa yang cukup dikenal luas di media sosial.(jti)
Kades Hoho Alkaf
Kades Hoho dikeroyok
Kacamata Pecah
Seleksi Perangkat Desa
ujian seleksi perangkat desa
| Ironi Resolusi PBB: Iran Dituntut Berhenti Menyerang saat 1.300 Warganya Tewas Digempur AS-Israel |
|
|---|
| Hanya Buruh, Ahli Hukum Pidana Sebut Terdakwa Kasus Tambang Emas Ilegal Banyumas Layak Bebas |
|
|---|
| Warga Cilacap Rasakan Cuaca Panas Menyengat Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Pengakuan Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kaca Mata Pecah hingga Baju Robek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kades-purwasaba-kecamatan-mandiraja-hoho-alkaf-saat-ditemui-di-kantornya-kamis-1092020.jpg)