Sabtu, 25 April 2026

Kebumen Berdaya

Jadi Peluang, Kampanye Gentengisasi Prabowo Bikin Pengusaha di Kebumen Semringah

Kabupaten Kebumen termasuk sentra produsen genteng. Ada 800 lebih pengusaha genteng di Kebumen pada 2013

Penulis: Agus Iswadi | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
MENGANGKUT. Pekerja secara estafet mengeluarkan genteng dari tobong atau tempat pembakaran di salah satu tempat produksi genteng di Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen, Kamis (19/2/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi menyebut bahwa program gentengisasi menjadi peluang bagi para pengusaha di Kabupaten Kebumen.

Seperti diketahui Kabupaten Kebumen merupakan salah satu sentra penghasil genteng di Jawa Tengah.

Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah didampingi Kadisperindag KUKM, Haryono sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro.

Haryono menyampaikan, pertemuan tersebut salah satu yang menjadi bahan diskusi ialah soal program gentengisasi dari Presiden Prabowo Subianto.

Dia menuturkan, Kabupaten Kebumen termasuk sentra produsen genteng. Ada 800 lebih pengusaha genteng di Kebumen pada 2013 lalu.

Lanjutnya, seiring berjalannya waktu memang ada penurunan jumlah pengusaha genteng. Ada beberapa faktor salah satunya mungkin masyarakat banyak yang menggunakan galvalum, baja ringan dan sebagainya.

Baca juga: Puasa Kurangi Pedas, Harga Cabai Rawit di Kebumen Rp 100 Ribu

"Adanya program Pak Presiden, gentengisasi ini merupakan peluang besar bagi pengusaha Kebumen untuk tumbuh kembali, berkontribusi di kegiatan itu," katanya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Kamis (19/2/2026).

Pihaknya kini mendorong genteng Sokka memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sekalipun kualitas genteng dari Kabupaten Kebumen telah diakui oleh banyak orang. Menurutnya dengan adanya label SNI tentu akan menambah nilai dari produk itu sendiri.

"Kita sedang mengusulkan SNI genteng Sokka," terangnya.

Sebelumnya pengusaha genteng, Siti Mubarokah menyambut baik dengan adanya rencana program gentengisasi. Dia mengaku siap untuk memenuhi permintaan dalam program tersebut. Ada 15 titik tempat produksi genteng miliknya dan empat tobong atau tempat pembakaran. (Ais)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved