Senin, 8 Juni 2026

Berita Banyumas

Wacana Gunung Slamet Jadi Taman Nasional, Warga Mulai Ketar-ketir

Dari sudut pandang pemerintah itu bagus karena menjaga ekosistem dan pelestarian hutan serta ada peraturan perundang-undangan yang mengikat

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
KAWASAN PERHUTANI- Warga melintas di kawasan hutan Perhutani yang masuk dalam Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (29/1/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Kawasan Gunung Slamet saat ini sedang diajukan sebagai taman nasional oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah.

Tujuannya untuk memperkuat perlindungan ekosistem hutan sekaligus menekan risiko bencana longsor dan banjir bandang. 


Tetapi pengajuan tersebut rupanya menjadi kekhawatiran bagi sejumlah petani di lereng Gunung Slamet.


Satu di antaranya Isrodin (43), petani kopi di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang berada di lereng Gunung Slamet. 


Dia menilai, wacana penetapan Kawasan Gunung Slamet sebagai taman nasional dapat dilihat dari dua sudut pandang.


Dari sudut pandang pemerintah itu bagus karena menjaga ekosistem dan pelestarian hutan serta ada peraturan perundang-undangan yang mengikat.


"Tapi dari sudut pandang masyarakat pinggir hutan, ini merugikan. Karena selama ini mereka menggantungkan ekonominya dari hutan," katanya kepada tribunbanyumas.com, Kamis (29/1/2026).


Isrodin mencontohkan, selama ini masyarakat bekerjasama dengan Perhutani untuk menanam komoditas pertanian di hutan, seperti kopi dan kapulaga.

Baca juga: Sumber Mata Air Panas Pancuran 5 Belum Ditemukan, Diduga Tertutup Material Pasir Banjir Bandang


Saat Kawasan Gunung Slamet ditetapkan sebagai taman nasional maka sumber penghasilan masyarakat akan tergusur.


"Aktivitas ekonomi masyarakat jadi tergusur dan dikhawatirkan mengancam perekonomian mereka," ungkapnya. 


Berbeda dengan Agus Sulistyono, Sekretaris Desa Karangtengah yang wilayah desa juga masuk di bawah lereng Gunung Slamet. 


Dia tidak masalah jika Kawasan Gunung Slamet ditetapkan sebagai taman nasional. 


Sebab, warga desanya selama ini jarang yang beraktivitas di hutan.


"Kalau kami tidak masalah. Warga kami jarang yang bercocok tanam di hutan," katanya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved