Jumat, 1 Mei 2026

Berita Cilacap

Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem pada 4–10 Desember 2025

Gangguan atmosfer terpantau kuat sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
Cuaca Ekstrem - Pengendara melintas di wilayah Kabupaten Cilacap saat cuaca mendung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap, pada periode 4 hingga 10 Desember 2025.


Prakirawan Cuaca BMKG Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menjelaskan, berdasarkan keterangan BMKG, gangguan atmosfer terpantau kuat sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.


Kondisi tersebut dipicu suhu muka laut hangat di wilayah Laut Jawa yang memicu massa uap air tinggi untuk pembentukan awan konvektif.


"BMKG juga mencatat adanya belokan dan pertemuan angin di Jawa Tengah yang membuat pembentukan awan hujan semakin aktif," katanya.


Selain itu, aktivitas gelombang ekuatorial Rossby turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.


"Kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga atas memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem," kata Rendi.


Pihaknya menegaskan kondisi ini dapat menimbulkan hujan intensitas tinggi dan cuaca mengancam di beberapa wilayah Jawa Tengah.


BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.


"Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Rendi.


Rendi mengingatkan agar warga menjauhi pohon besar, baliho, atau bangunan yang berpotensi roboh saat cuaca ekstrem terjadi.


Pemerintah daerah diharapkan memperkuat mitigasi dan menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat. 


Antisipasi Cuaca Ekstrem


Sementara itu, Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.


Kalak BPBD Cilacap, Taryo mengatakan, hingga saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan simulasi bencana kepada masyarakat di Cilacap. 


"Kami juga telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) yang saat ini telah terbentuk 55 Destana," kata Taryo.


Menurutnya, pemerintah desa juga didorong untuk mengalokasikan anggaran bencana melalui APBDes. 


"Dengan adanya Destana ini tentunya kami harap masyarakat jadi tahu apa yang harus dilakukan saat bencana," kata Taryo. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved