Senin, 8 Juni 2026

Kebumen

Bupati Lilis Tantang Produk Lokal Kebumen Tembus Ritel Modern

Pemkab Kebumen gandeng ritel modern kurasi 122 produk lokal agar layak jual di toko berjejaring, sekaligus bagikan timbangan digital gratis.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
ISTIMEWA
TINJAUAN PRODUK, Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat mengamati kemasan produk UMKM lokal di Pendopo Kabumian, Selasa (2/12/2025). Pemkab Kebumen memfasilitasi ratusan produk lokal untuk dikurasi agar bisa menembus pasar ritel modern. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Kebumen berkolaborasi dengan PT Indomarco Pristama menggelar pelatihan dan kurasi produk UMKM
  • Sebanyak 100 pelaku usaha membawa 122 jenis produk untuk dinilai kelayakannya masuk toko modern. 
  • Bupati Lilis Nuryani menyebut ada peluang pasar di 37 gerai toko modern di wilayah Kebumen
  • Legalitas, kemasan, dan konsistensi kualitas menjadi syarat utama produk lolos kurasi. 
  • Peserta mendapatkan bantuan operasional berupa 100 unit timbangan digital dan satu unit gerobak usaha.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Mimpi para pelaku usaha kecil di Kebumen untuk melihat produknya terpajang rapi di rak-rak toko modern kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus membuka jalan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal bisa "naik kelas" dan bersaing dengan produk pabrikan besar.

Langkah konkret ini terlihat di Pendopo Kabumian, Selasa (2/12/2025).

Baca juga: Enam ASN Kebumen Raih Penghargaan Korpri Teladan

Suasana pendopo tampak berbeda dari biasanya. Ratusan produk, mulai dari camilan hingga kerajinan tangan, tertata rapi menunggu giliran untuk dinilai.

Sebanyak 100 pelaku UMKM berkumpul mengikuti Pelatihan Kewirausahaan dan Kurasi Produk.

Menggandeng PT Indomarco Pristama (Indomaret) melalui program CSR-nya, pemerintah daerah ingin memastikan produk lokal tidak hanya jago kandang, tetapi juga memenuhi standar industri ritel.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ada target besar yang ingin dicapai, yakni kemandirian ekonomi warganya.

"Latihan hari ini punya arah yang jelas. UMKM kita dididik untuk mengelola usaha dengan lebih mandiri, meningkatkan kualitas, dan menembus jaringan ritel modern," katanya di sela-sela meninjau stan produk.

Peluang di 37 Gerai

Pasar sudah terbuka lebar. Di Kebumen sendiri, setidaknya terdapat 37 gerai toko modern yang siap menampung produk lokal, asalkan lolos kurasi. Bagi Bupati, ini adalah momentum yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

"Ini peluang yang tidak datang setiap hari. Pendampingan seperti ini sangat membantu masyarakat kita memperbaiki kualitas produk, memahami standar industri, dan memperluas pasar," ungkapnya.

Namun, masuk ke toko modern tentu ada syaratnya. Bupati Lilis mengingatkan para pelaku usaha bahwa legalitas dan kemasan adalah kunci utama selain rasa. Kurasi hari ini menjadi gerbang penentu kesiapan mereka.

"PIRT sudah, sertifikat halal sudah, kemasan sudah tertata, tinggal memperkuat kualitas dan konsistensi," tutur Lilis memberikan semangat.

Asa Penjual Keripik

Harapan besar turut dirasakan oleh Wahyu Solihim, peserta dari Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring. Pria yang memproduksi keripik kelapa ini merasa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan.

Selama ini, pasar keripik kelapanya masih didominasi pembeli lokal Kebumen, meski sesekali ada pesanan dari Jakarta dan Bandung. Ia berharap, dengan lolos kurasi, keripik buatannya bisa lebih mudah dijangkau konsumen luas lewat jaringan toko modern.

Dalam acara tersebut, dukungan nyata juga diberikan dalam bentuk bantuan alat. Sebanyak 100 unit timbangan digital dibagikan kepada peserta untuk mendukung proses produksi yang lebih akurat. Selain itu, satu unit gerobak UMKM juga diserahkan kepada pemenang undian yang beruntung.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved