Berita Purbalingga
Pabriknya Ada di Purbalingga, Permen Davos Ada Sejak Indonesia Belum Merdeka
Permen ini mulai ada sejak berdiri perusahaan Slamet Langgeng & Co di tahun 1931
Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, Permen Davos mungkin tak lagi dikenal generasi Genzi. Namun, bagi generasi sebelumnya kembang gula ini menjadi primadona.
Karena melegenda, bahkan permen ini potensial untuk menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kebanggaan kota Perwira Purbalingga.
Hal itu terkuak dalam Webinar Estafet Sejarah Lokal Jawa Tengah yang digelar bulanan oleh AGSI dan MGMP Sejarah SMA Provinsi Jawa Tengah, Jumat (17/10/2025).
Risda Amanda guru sejarah MAN 1 Purbalingga mengungkapkan, permen Davos sudah ada sejak masa kolonial.
"Permen ini mulai ada sejak berdiri perusahaan Slamet Langgeng & Co di tahun 1931 tepatnya tanggal 28 Desember.
Didirikan oleh peranakan Tionghoa Siem Kie Djan yang awalnya seorang pedagang gula. Ia kemudian membuat diversifikasi produk salah satunya permen Davos, dan ternyata masyarakat suka," jelas Risda.
Permen ini, tambah Risda, menjadi primadona masyarakat karena harganya yang terjangkau oleh masyarakat pribumi dan rasanya yang khas semriwing sehingga sering dijadikan sebagai teman perjalanan.
"Permen ini sudah melewati 3 generasi. Sehingga sudah sangat melegenda," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Permen-Davos-purbalingga.jpg)