Berita Purbalingga
Purbalingga Tuan Rumah Slamet Trail Run Nasional, Ada Peserta Luar Negeri
Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah, sehingga memiliki daya tarik tersendiri
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Kabupaten Purbalingga kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala nasional.
Kali ini, event Slamet Trail Run 2025 digelar di kawasan wisata Lembah Asri Serang, Kecamatan Karangreja, dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, R. Budi Setiawan menyampaikan bahwa, keberhasilan menjadi tuan rumah merupakan buah dari kerja keras dan semangat bersama dalam meyakinkan provinsi untuk menggelar event di Purbalingga.
“Slamet Trail Run ini hasil perjuangan kita untuk berkolaborasi seperti yang sering disampaikan Bupati. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan semangat, kita bisa meyakinkan provinsi untuk mengadakan event di Purbalingga. Dari beberapa pilihan lokasi, kita sampaikan ada potensi sport tourism di Gunung Slamet,” ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, tren olahraga trail run saat ini tengah digemari di berbagai daerah. Sehingga menjadi alasan kuat untuk menghadirkan event serupa di Purbalingga.
Terlebih, Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelari lintas alam.
“Trail run sedang hits di mana-mana. Apalagi ini di Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jateng. Alhamdulillah kita bisa jadi tuan rumah dan berskala nasional,” tambahnya.
Kategori Lomba
Ajang ini dibagi dalam tiga kategori, yaitu 25K (Full Trail) dengan rute mencapai puncak Gunung Slamet, 14K (Middle Trail), dan 5K (Fun Run) yang start dan finish di kawasan Lembah Asri Serang.
Namun, karena medannya menantang, dalam hal ini panitia membatasi jumlah peserta maksimal 1.000 orang.
“Khusus kategori 25K, persyaratannya cukup ketat. Peserta wajib memiliki pengalaman mengikuti event serupa dengan elevasi 1.500–3.000 meter. Banyak yang ditolak karena tidak memenuhi syarat. Ini demi keselamatan peserta,” jelasnya.
Baca juga: Peluang Terbuka, 399 ASN Pekalongan Bisa Miliki Rumah Subsidi
Hadirkan Paket Wisata Komplit
Tak hanya sekadar olahraga, Slamet Trail Run juga dikemas sebagai ajang sport tourism. Selama kegiatan berlangsung, pengunjung dapat menikmati panggung hiburan, kesenian daerah, hingga bazar UMKM yang digelar di sekitar area start dan finish.
“Tidak hanya olahraga lari. Ada panggung kesenian dan hiburan, termasuk UMKM. Jadi ini paket komplit yang bisa membuat Purbalingga semakin dikenal di Indonesia. Harapannya, kalau sukses, kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.
Budi juga menyampaikan, event ini memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, selama dua hari pelaksanaan, seluruh homestay di kawasan Serang sudah penuh oleh peserta dan tim pendukung.
“Efeknya luar biasa. Homestay di Serang dan sekitarnya penuh selama dua hari,” katanya.
Demi kelancaran kegiatan, panitia telah melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendukung keamanan dan kesehatan peserta. Rapat koordinasi terakhir digelar di Mapolres Purbalingga guna memastikan kesiapan seluruh unsur.
"Panitia juga sudah koordinasi dengan siapapun pejabat yang hadir untuk memberi start, agar tidak ada istilah molor, dan menjaga agar peserta dapat berlari sesuai waktu yang telah direncanakan," ujarnya.
Dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah dan bahkan dari Zimbabwe, Slamet Trail Run 2025 diharapkan menjadi momentum besar dalam memperkenalkan potensi wisata alam Purbalingga di kancah nasional maupun internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Dlas-trail-run.jpg)