TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kantor Gubernur Jawa Tengah kini difungsikan sebagai 'Rumah Rakyat'.
Hal ini sesuai dengan janji politik Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat kampanye Pilkada 2024.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka akses gedung-gedung milik negara untuk digunakan masyarakat sebagai ruang kegiatan publik.
Hal ini disampaikan Taj Yasin saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal dan Hari Lahir ke-79 Muslimat NU Kota Semarang di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (17/5/2025).
"Siapa saja bisa menggunakan gedung ini untuk kegiatan, seperti Muslimat, Fatayat, IPNU hingga IPPNU. Semua kami beri ruang," kata Taj Yasin.
Baca juga: Anak Gengster Jateng Bakal ‘Dibuang’ ke Pesantren? Ini Penjelasan Wagub Taj Yasin
Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan bertajuk ‘Ngopeni’, yang merupakan akronim dari visi besar untuk merawat masyarakat dari berbagai sisi, petani dan nelayan, anak muda, bumi, UMKM, pekerja, hingga pesantren.
Gradhika Bhakti Praja merupakan gedung pertemuan yang ada di kompleks perkantoran Gubernur Jateng.
Selain Grandhika Bhakti Praja, kata Taj Yasin, masyarakat juga bisa menggunakna gedung Wisma Perdamaian di Jalan Imam Bonjol Semarang.
Sejak awal Mei 2025, Kantor Gubernur jug telah difungsikan sebagai ruang aspirasi publik, baik secara luring maupun daring.
"Sejak awal, kami ingin membangun pemerintahan yang membuka diri. Aspirasi dari organisasi keagamaan, masyarakat sipil, semua harus punya tempat," ujar Taj Yasin.
Baca juga: Wagub Jateng Tegaskan Komitmen Cegah Kekerasan di Pesantren, Segera Keluarkan Buku Saku bagi Santri
Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan ini terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan melalui Rumah Perlindungan, kehadiran paralegal, serta ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda.
Keterbukaan itu pula yang melandasi kerja sama Pemprov dengan berbagai organisasi, baik keagamaan maupun sosial.
"Artinya, seluruh organisasi kita rangkul bersama-sama, tidak eksklusif, tidak elitis," paparnya.
Tak sekadar retorika politik, langkah konkret juga ditunjukkan melalui layanan kesehatan keliling, yang hadir dalam acara Muslimat NU yang digelar di Kompleks Pemprov Jawa Tengah Sabtu lalu.
Layanan seperti cek tekanan darah, gula darah, pemeriksaan gigi, hingga konsultasi dengan dokter spesialis disambut antusias oleh para peserta. (*)