TRIBUNBANYUMAS.COM - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Shin Tae-yong mengaku sering menangis saat menangani skuad Garuda.
Namun, tangis yang terjadi bukan bermakna negatif melainkan karena kehangatan warga Indonesia dan capaian bersama tim Merah Putih.
Hal ini diungkapkan Shin Tae-yong dalam video yang diunggah di kanal Yutube milik mantan atlet bisbol Korea Selatan, Yang Joon-hyuk, Selasa (18/6/2024).
Saat itu, Shin Tae-yong berkunjung ke rumah presiden dan CEO KMK Global Sports Group Song Chang-geun di Jakarta.
"Sebenarnya, saya banyak menangis di Indonesia akhir-akhir ini," kata Shin Tae-yong.
"Karena masyarakat Indonesia memiliki hati yang hangat, walaupun agak santai. (Mereka) ada perasaan mengalah dan memberi satu sama lain," tambahnya.
Baca juga: Akui Lini Depan Lemah, Shin Tae-yong Siap Berburu Striker Naturalisasi untuk Hadapi Putaran Ketiga
Shin Tae-yong merasa tak pernah mendapatkan kehangatan serupa dalam perjalanannya menjadi pelatih Timnas Korea hingga ke ajang Piala Dunia.
"Dan seberapa banyak saya menjadi pelatih, Piala Dunia, tidak ada seorang pun di Korea yang bermurah hati kepada saya seperti ini," katanya.
Shin Tae-yong mengatakan, saat empat tahun lalu datang ke Indonesia, sebenarnya, ada negara lain yang juga memperhatikannya.
"Namun, sejujurnya, ketika saya datang ke Indonesia, negara lain mulai memperhatikan saya."
"Dan setelah datang ke Indonesia, banyak saudara-saudara yang sangat baik," lanjutnya.
Shin Tae-yong pun berjanji akan bekerja lebih keras lagi untuk Timnas Indonesia di masa depan.
"Saya merasa bahwa saya perlu berbuat lebih baik lagi untuk Indonesia di masa depan dan tentu bekerja lebih keras lagi di masa depan. Tentunya, akan kembali lagi ke Korea," ungkapnya.
Gagal Lolos Olimpiade Paris
Momen Shin Tae-yong menangis sempat diungkap asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Nova Arianto, lewat status Whatsapp.
Tangis Shin Tae-yong pecah lantaran gagal membawa Indonesia melaju ke Olimpiade 2024 Paris.
"Jangan menangis coach Shin Tae-yong. Kita semua tahu apa yang sudah coach Shin Tae-yong perbuat untuk sepak bola Indonesia," tulis Nova Arianto, dikutip, Jumat (10/5/2024).
Indonesia gagal meraih tiket langsung setelah dibekuk Irak 1-2 di Piala Asia U-23 2024.
Tiket ke Olimpiade 2024 Paris juga lepas setelah Rizki Ridho dkk kalah 0-1 di babak playoff melawan Guinea, Kamis (9/5/2024).
Momen haru itu juga dibagikan penjaga gawang Timnas Indonesia, Ernando Ari.
Ernando menyebut, nuansa ruang ganti pasca-kalah dari Guinea menjadi kacau.
Baca juga: Bonus di Depan Mata, Timnas Indonesia Wajib Lolos Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Apalagi, mereka merasa, kekalahan Indonesia hampir sepenuhnya dikarenakan keputusan wasit yang kurang adil.
"Parah sih kacau (ruang ganti). Pertama kali saya melihat pelatih Timnas Indonesia menangis," terang Ernando Ari dikutip dari YouTube Liputan6.
"Kita kan saat mendapat penalti kedua kita sempat mau walk out, keluar aja. Tapi anak-anak menunjukkan sikap yang positif dan alhamdulillah-nya itu tidak terjadi gol."
"Sayangnya kita juga tidak bisa membalas gol itu, itulah yang kita pikirin di ruang ganti," tambahnya.
Kini, pekerjaan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia masih berlanjut.
Shin Tae-yong punya pekerjaan rumah membawa skuad Garuda melenggang ke Piala Dunia 2026 setelah berhasil lolos ke putaran ketiga kualifikasi zona Asia. (Tribunnews.com/ Siti N)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Shin Tae-yong Akui Sering Menangis setelah 4 Tahun Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya,
Baca juga: Kuota Haji 2025 Indonesia Tetap 221.000 Jemaah, Kepadatan di Mina Bakal Jadi Evaluasi Kemenag
Baca juga: Diduga Kalah Judi Online, Suami di Semarang Akhiri Hidup. Sempat Gadai Sertifikat Rumah