Berita Banjarnegara

Derita Teman Tuli di Tengah Pandemi, Kesulitan Berkomunikasi Hingga Bikin Masker Transparan

Dwi Rahayu, Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu (Gerkatin) Kabupaten Sleman membuat masker transparan bagi teman tuli.

"Diberi pori-pori atau lubang supaya uap keluar," katanya.

Budi berharap, pemerintah ikut memikirkan nasib teman tuli yang sulit berkomunikasi karena pandemi. Jika perlu, teman tuli bisa diberdayakan sekalian untuk memproduksi masker tembus pandang dengan difasilitasi pemerintah.

"Berharap, teman dengar juga komunikasi pakai masker transparan sehingga kami memperoleh hak sama," katanya.

Masker 2 in 1 untuk tuna rungu

Sementara, Peneliti dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Laksono membawa angin segar bagi teman tuli.

Tenaga ahli Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jateng itu bersemangat membantu penyandang tuna rungu agar mendapatkan hak sama untuk bisa berkomunikasi di ruang publik.

Budi yang juga relawan sosial di Yayasan Wahana Bakti Sejahtera itu berinovasi membuat masker yang disebutnya 2 in 1 masker and faceshield.

Pelindung itu mulanya diperuntukkan bagi public speaker maupun kalangan pendidik. Tapi, melihat desain dan fungsinya, ia menilai teknologi tepat guna itu juga cocok dipakai bagi teman tuli.

Pelindung ini menutup seluruh bagian muka sehingga tak ada lubang menganga. Bagian depannya dibuat dari bahan plastik yang tembus pandang.

Menariknya, pelindung ini dilengkapi dua filter kipas bertenaga baterai di bagian kanan dan kiri. Filter kipas itu berfungsi menyaring udara yang masuk maupun keluar.

Halaman
1234

Berita Populer