Berita Banjarnegara

Derita Teman Tuli di Tengah Pandemi, Kesulitan Berkomunikasi Hingga Bikin Masker Transparan

Dwi Rahayu, Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu (Gerkatin) Kabupaten Sleman membuat masker transparan bagi teman tuli.

Kondisi saat ini juga tak ramah bagi anak-anak tuna rungu seperti Asya Diah Priandini (14). Apalagi, saat teman tuli asal Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, ini berkomunikasi di lingkungan rumah lantaran pembelajaran daring yang diterapkan asrama Lembaga Pendidikan Anak Tuna Rungu Dena Upakara Wonosobo.

Penggunaan faceshield sebagai alternatif masker saat berkomunikasi, kurang efektif. Apalagi, faceshield yang beredar di pasaran dinilai kurang ideal.

Produksi Masker Transparan

Terkait kondisi ini, Dwi Rahayu kemudian berinovasi lewat pembuatan masker transparan.

Berawal dari pengalaman tak bisa memahami gerak bibir petugas di rumah sakit yang memakai masker penuh, dia memproduksi masker tembus pandang di bagian bibir.

Pemkab Pati Juga Tutup Sementara Pasar Bulumanis setelah Ada Pedagang Positif Covid-19

Purbalingga Berhasil Layani 8000 Akseptor KB dari Target 7000 Peserta Baru

RSI Banjarnegara Buka Pos Kesehatan di Ponpes Tanbihul Ghofilin

Dia menggunakan plastik mika di bagian bibir agar gerak bibir lawan bicara masih terlihat saat berkomunikasi sehingga dia bisa mengerti pesan pemakai masker.

Beberapa kali dia harus memodifikasi masker ramah bagi teman tuli ini. Hingga akhirnya, didapat formulasi masker transparan dengan moncong sedikit maju.

"Saya buat maskernya dengan sedikit ruang ke depan agar plastik mika tidak berembun atau menempel di bibir saat kita bicara. Bentuknya sesuai posisi mulut, hidung, dan dagu. Ternyata, nyaman dan enak dipakai," katanya.

Kesulitan berkomunikasi di ruang publik juga mendorong Rita Budi Lestari, teman tuli dari Kota Lumpia Semarang, membuat secara mandiri masker transparan.

Beruntung, ia punya keahlian menjahit. Budi mencoba menyiasati agar masker transparan buatannya tidak mengembun saat dipakai.

Halaman
1234

Berita Populer